Ulah Bejat Kakek Pandeglang Perkosa Anak Tetangga hingga Berbadan Dua

2026-02-02 08:48:11
Ulah Bejat Kakek Pandeglang Perkosa Anak Tetangga hingga Berbadan Dua
Kakek berinisial R (69) di Pandeglang, Banten, tega melakukan pemerkosaan terhadap anak tetangga hingga berbadan dua. R telah ditangkap polisi.Dirangkum detikcom, Jumat (21/11/2025), R ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Pandeglang. R memperkosa gadis di bawah umur yang merupakan tetangganya."Pelaku inisial R, melakukan dugaan tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Pandeglang, IPDA Widianto.Pelaku melakukan aksi bejatnya itu di rumah korban di Kecamatan Sobang, saat kondisi sedang sepi. Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengancam korban agar mau menuruti keinginannya."Dibarengi dengan ancaman, jadi si pelaku mengancam korban jangan kasih tau siapa-siapa, 'kalau kasih tau, kamu akan saya pukul'," ungkapnya. Akibat tindakan pelaku, korban dinyatakan hamil 3 bulan. Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka."Korban hamil 3 bulan," katanya.Kasatreskrim Polres Pandeglang Iptu Alfian Yusuf menambahkan polisi masih terus mendalami kasus ini. Sebab, menurutnya, korban diduga juga mengalami pencabulan oleh ayah kandung sendiri ketika sedang berada di Provinsi Jambi."Baru satu pelaku, nanti kita gali lagi" katanya.Alfian menyatakan pelaku dijerat dengan Pasal 76D Jo Pasal 81 dan/atau Pasal 76E Jo Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016, Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.Lihat juga Video: Bejat! Kakek 75 Tahun di Gresik Perkosa Gadis Difabel Anak Tetangga[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-02 08:02