Bitcoin Terjun ke Level Terendah: Arus Dana Institusi Mengering, Pasar Kripto Guncang

2026-01-13 17:57:04
Bitcoin Terjun ke Level Terendah: Arus Dana Institusi Mengering, Pasar Kripto Guncang
JAKARTA, - Hanya sedikit lebih dari sebulan setelah menyentuh rekor tertinggi, Bitcoin kembali terpuruk dan menghapus seluruh kenaikan lebih dari 30 persen yang dicatat sejak awal tahun.Euforia yang sempat muncul akibat sikap pro-kripto pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, kini memudar, membuat pasar kembali dilanda tekanan jual.Mengutip Bloomberg pada Senin , Bitcoin jatuh di bawah 93.714 dollar AS pada Minggu , menempatkan harganya di bawah level penutupan akhir tahun lalu, ketika pasar global menguat setelah kemenangan Trump pada November 2024.Aset kripto terbesar dunia itu sebelumnya melonjak hingga rekor 126.251 dollar AS pada 6 Oktober 2025, namun hanya empat hari kemudian mulai merosot tajam setelah komentar mengejutkan Trump soal tarif yang memicu kepanikan pasar global.Baca juga: Harga Bitcoin Jatuh di Bawah 99.000 Dollar AS, Prospek Bullish BTC Makin Redup“Pasar sedang berada dalam fase menghindari risiko,” ujar Matthew Hougan, Chief Investment Officer Bitwise Asset Management yang berbasis di San Francisco. “Kripto adalah indikator paling awal dari sentimen itu, dan menjadi yang pertama melemah,” katanya.Dalam sebulan terakhir, sejumlah pembeli besar, seperti pengelola ETF hingga perusahaan-perusahaan besar, mulai menepi.Minimnya aliran dana institusional membuat pasar kehilangan salah satu penopang utama reli Bitcoin sepanjang tahun ini.Pada saat yang sama, pelemahan saham teknologi besar turut menekan selera risiko investor.Selama sebagian besar tahun ini, institusi menjadi kekuatan utama yang mengangkat legitimasi dan harga Bitcoin.Produk ETF bahkan mencatat arus dana lebih dari 25 miliar dollar AS, menurut Bloomberg, mendorong total aset di dalamnya hingga 169 miliar dollar AS.Aliran dana yang stabil itu membantu memperkuat narasi bahwa Bitcoin adalah diversifikasi portofolio yang mampu melindungi nilai di tengah inflasi dan ketidakpastian politik.Namun narasi tersebut kini kembali goyah, dan pasar mulai merasakan dampaknya.“Penurunan ini merupakan kombinasi aksi ambil untung investor jangka panjang, arus keluar institusional, ketidakpastian makro, serta likuidasi posisi leverage,” kata Jake Kennis, Senior Research Analyst di Nansen. “Pasar tampaknya memilih arah turun setelah periode konsolidasi yang cukup panjang,” lanjutnya.Salah satu contoh paling jelas dari melemahnya minat pembeli terlihat dari Strategy Inc. milik Michael Saylor, perusahaan yang dulu dikenal sebagai simbol investasi korporasi di Bitcoin.Harga saham perusahaan itu kini mendekati nilai bersih kepemilikan Bitcoin mereka, menunjukkan bahwa investor tak lagi bersedia memberikan premi atas strategi agresif Saylor.


(prf/ega)