Jokowi: Saya Sangat Tak Setuju Lapangan Kerja akan Hilang di Era Ekonomi Cerdas

2026-01-12 10:46:58
Jokowi: Saya Sangat Tak Setuju Lapangan Kerja akan Hilang di Era Ekonomi Cerdas
JAKARTA, - Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengaku tidak setuju dengan anggapan lapangan kerja akan hilang di era ekonomi cerdas yang di dalamnya terdapat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).Hal ini disampaikannya saat berpidato di Bloomberg New Economy Forum, Singapura, Jumat ."Pertanyaan besar lainnya mungkin muncul di benak kita. Akankah lapangan kerja hilang di era ekonomi cerdas? Tidak. Jawabannya tidak. Saya sangat tidak setuju bahwa lapangan kerja akan hilang," kata Jokowi dikutip dari YouTube Bloomberg New Economy Forum, Jumat.Jokowi menyampaikan, lapangan pekerjaan baru justru akan muncul dalam sistem ekonomi itu. Peluang kerja akan tetap tumbuh, mengikuti kebutuhan di lapangan.Baca juga: Jokowi Pamer QRIS Masif Dipakai di RI: Pedagang Kaki Lima-Perusahaan Besar Pakai Sistem yang Sama"Malahan, saya yakin akan ada lebih banyak lapangan kerja dan peluang di masa mendatang jika kita memastikan masyarakat kita siap untuk itu," ucap Jokowi.Oleh karenanya, negara perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang mengerti AI.Menurut Jokowi, negara perlu bertanggung jawab untuk memastikan anak-anak muda memahami AI dan mempelajarinya. Sebab, masa depan sudah di depan mata.Artinya, sudah saatnya negara juga mendesain ulang cara manusia dan mesin membangun masa depan bersama melalui data dan pembelajaran mesin."Ekonomi cerdas bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang mempersiapkan manusia. Kita harus memastikan bahwa mereka mengetahui dan mempelajari AI, coding, algoritma, dan juga tentang machine learning," ungkap Jokowi.Baca juga: Jokowi Pidato Bahasa Inggris di Bloomberg New Economy Forum, Banggakan Infrastruktur, QRIS hingga GojekMantan Wali Kota Solo ini mengingatkan, studi tentang itu menjadi sangat fundamental.Semua negara harus mengenalkan, mempersiapkan, dan melatihnya agar anak muda memiliki literasi dan keterampilan digital yang baik."Karena itu, ini bukan hanya kisah Indonesia, tetapi juga kisah Asia Tenggara. Di seluruh kawasan, jutaan anak muda sedang membangun perusahaan rintisan. Jutaan usaha kecil beralih ke daring. Unicorn baru bermunculan," tandas Jokowi.


(prf/ega)