- Polusi udara secara diam-diam mendorong sistem kekebalan tubuh menjadi autoimun, jauh sebelum penyakit muncul.Hal tersebut terungkap setelah peneliti melakukan studi terhadap 3.548 orang dewasa.Peneliti menemukan bahwa paparan polusi udara partikulat halus yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan antibodi antinuklear (ANA), penanda darah yang sering dikaitkan dengan penyakit autoimun seperti lupus.ANA adalah protein kekebalan yang secara keliru menargetkan sel-sel tubuh sendiri. Meskipun bukan diagnosis tersendiri, kadar yang lebih tinggi dapat menandakan perubahan kekebalan dini.“Hasil ini mengarahkan kita ke arah baru untuk memahami bagaimana polusi udara dapat memicu perubahan sistem kekebalan,” kata Dr. Sasha Bernatsky, seorang profesor kedokteran di Universitas McGill, yang memimpin penelitian ini, dikutip dari Earth, Rabu .Temuan ini menambah bukti yang berkembang bahwa polusi udara dapat memengaruhi sistem kekebalan, bukan hanya paru-paru dan jantung.Baca juga: Polusi Udara dari Kendaraan Diprediksi Picu 1,8 Juta Kematian Dini Pada 2060“Partikel-partikel halus dalam polusi udara ini cukup kecil untuk mencapai aliran darah, berpotensi memengaruhi seluruh tubuh,” kata Bernatsky.Partikel halus atau PM2,5 ini bisa dihasilkan asap, knalpot kendaraan, dan pembakaran industri.Lalu lintas merupakan sumber utama partikel halus, tetapi bukan satu-satunya alasan orang menghirup udara yang tercemar.Asap kebakaran hutan dan pembakaran kayu dapat mendorong kualitas udara ke tingkat yang tidak sehat di daerah pinggiran kota dan pedesaan, terkadang bertahan selama berhari-hari.Peristiwa asap musiman juga membentuk kembali pola paparan, artinya orang yang jarang mengalami kabut asap perkotaan masih dapat menghirup partikel dalam kadar tinggi selama musim kebakaran.Ketika terhirup, partikel dapat mengiritasi jaringan paru-paru dan memicu stres oksidatif, yaitu kelebihan bahan kimia reaktif yang merusak sel.Sel-sel imun merespons dengan melepaskan sitokin, protein kecil yang mengoordinasikan alarm imun, yang dapat masuk ke aliran darah.Genetika memang bisa menjadi penyebab penyakit autoimun, tetapi paparan lingkungan dapat menambah tekanan ekstra pada sistem kekebalan tubuh dari waktu ke waktu.Dengan latar belakang ini, penelitian menemukan tingkat positif ANA yang lebih tinggi pada wanita dan di berbagai kelompok ras dan etnis, bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor lain.Baca juga: Vitamin C Bantu Lindungi Paru-paru dari Dampak Polusi Udara
(prf/ega)
Hirup Udara Berpolusi Berpotensi Berdampak pada Kekebalan Tubuh
2026-01-12 06:28:23
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:03
| 2026-01-12 05:44
| 2026-01-12 04:50
| 2026-01-12 04:46
| 2026-01-12 04:28










































