Bayi Perempuan Ditemukan di Teras Mushala di Bandung Barat, Polisi Turun Tangan

2026-01-13 06:31:03
Bayi Perempuan Ditemukan di Teras Mushala di Bandung Barat, Polisi Turun Tangan
BANDUNG BARAT, - Seorang bayi perempuan ditemukan tergeletak di teras mushala Kampung Sukasari, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.Warga yang pertama melihat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa, sementara aparat kini menelusuri siapa yang membuang bayi itu.Kepala Desa Pagerwangi, Agus Ruhidayat, mengatakan laporan awal diterimanya dari Ketua RT setempat setelah warganya menemukan bayi di teras mushala."Kondisi bayi masih hidup. Setelah berkoordinasi, oleh anggota Babinsa, bayi tersebut dibawa ke bidan di Nyalindung Kelurahan Ciumbuleuit untuk dicek kondisi kesehatannya," ungkap Agus saat ditemui, Senin pagi.Baca juga: Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Saguling Bandung Barat, Polisi Selidiki Penyebab KematianMenurut Babinsa Desa Pagerwangi, Serka Sukaedi, hasil pemeriksaan bidan menunjukkan bayi itu kemungkinan baru dilahirkan satu hari sebelumnya."Bayi dalam keadaan sehat dengan berat badan sekitar 2.700 gram," ucap Sukaedi.Aparat kemudian mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari warga sekitar.Sukaedi menjelaskan bahwa saksi pertama bernama Soleh menemukan bayi tersebut saat hendak ke kamar mandi di sekitar mushala."Pukul 06.30 WIB, saksi mendengar suara mencurigakan dan menemukan bayi dalam keadaan hidup serta terbungkus selimut berwarna hitam. Kemudian, ia memberitahukan kepada warga dan Ketua RT," ujar Sukaedi.Baca juga: Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Satu Mobil Tertimbun MaterialSetelah itu, saksi bersama Ketua RT berkoordinasi dengan Babinsa serta perangkat desa agar bayi tersebut segera mendapatkan perawatan medis.Polisi kini masih menyelidiki siapa orang tua yang diduga meninggalkan bayi itu di teras mushala warga.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-13 05:19