Air Tanah atau PAM Jaya? Ini Pengalaman Warga di Jakarta Timur

2026-02-04 06:49:54
Air Tanah atau PAM Jaya? Ini Pengalaman Warga di Jakarta Timur
JAKARTA, - Iqlima (31), warga Kramat Jati, Jakarta Timur, mengaku lebih nyaman menggunakan air tanah atau sumur di rumahnya.Ia mengatakan, keluarganya telah memakai air tanah selama sekitar 30 tahun karena tinggal di rumah warisan orangtuanya."Kalau saya nyaman pakai air tanah sih mas, sudah ngebor pertama kali 30 tahun lalu sejak ayah saya di sini, alhamdulillah sih aman saja," ucap Iqlima saat ditemui Kompas.com, Kamis .Baca juga: Siasat PAM Jaya agar Proyek Galian Pipa Tak Bikin MacetMeski begitu, ia mengakui tidak mengetahui dampak jangka panjang penggunaan air tanah karena sejauh ini tidak pernah mengalami masalah."Dampak sih enggak terlalu mengetahui, kalau dampak penurunan tanah juga belum tahu, semoga enggak ya. Kalau kendala ini juga paling mesin rusak aja," ungkapnya.Iqlima menyebut dirinya sempat ditawari pemasangan jaringan PAM Jaya oleh pengurus lingkungan karena ada beberapa warga yang ingin mendaftar."Kemarin pengurus kalau enggak salah nawarin pakai PAM Tapi kan nanti nunggu barengan dulu (masang PAM-nya), tapi enggak dulu deh, sepertinya murah air tanah," jelasnya.Hal serupa disampaikan Ahmad (40), warga Cilangkap, Jakarta Timur. Ia mengatakan telah menggunakan air tanah sejak belasan tahun lalu, tepatnya sejak pertama kali membeli rumah."Iya air tanah saja, alhamdulilah di sini bersih dan enggak bau sih airnya, enggak kuning juga," ucapnya.Baca juga: PAM Jaya Siap Pasang 1.000 Km Pipa Air Bersih di Jakarta Mulai Januari 2026Namun, Ahmad mengakui pompa air cukup membebani listrik rumahnya karena ia belum menambah daya."Iya, karena kemarin habis beli kulkas atau freezer jadi kalau mesin air nyala ya listrik jepret. Paling saat ini kendalanya itu saja," jelasnya.Berbeda dengan Fahri (35), warga Duren Sawit, Jakarta Timur, yang mengaku sudah menggunakan air PAM sejak 2008, atau sejak pertama pindah bersama orangtuanya."Kalau air PAM 2008, sebelum PAM kita pakai air tanah, tetapi air tanah waktu gangguan jadi harus dalemin lagi ke 50 meter, jadi orangtua memilih PAM," jelasnya.Fahri mengatakan pada awal penggunaan, kualitas air PAM belum sebaik sekarang."Kalau dulu mah masih agak bau, kadang mati, tapi sekarang aman sih. Kalau harga memang lebih mahal sedikit dibandingkan air tanah," jelasnya.Baca juga: RS Budhi Asih Jaktim Dijaga Polisi Usai Rekan Mata Elang yang Dikeroyok BerdatanganMeski tarif lebih tinggi, Fahri merasa lebih nyaman memakai air PAM hingga kini."Kalau PAM sekitar Rp 150.000, kalau saya nyaman sih, tapi ada warga di perumahan sini gabungin itu, buat cadangan juga," ungkapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-02-04 05:11