Hasil Labfor Tak Temukan Jejak Ayah di TKP Siswi SD Bunuh Ibu di Medan

2026-02-06 07:42:57
Hasil Labfor Tak Temukan Jejak Ayah di TKP Siswi SD Bunuh Ibu di Medan
Laboratorium Forensik (Labfor) memeriksa DNA pisau dan ceceran darah dalam kasus bocah SD berinisial AI (12) yang membunuh ibunya, F (42). Hasilnya, tidak ditemukan DNA yang mengarah ke suami korban atau ayah AI."Itu sudah kita periksa DNA-nya dan tidak ada mengarah ke si bapak," kata Kasubbid Kimia Biologi Bid Labfor Polda Sumut AKBP Hendri Ginting saat konferensi pers di Polrestabes Medan, dilansir detikSumut, Senin (29/12/2025).Hendri mengatakan pihaknya telah mengecek DNA di pisau dan juga ceceran darah di rumah tersebut. Selain DNA AI, pada pisau yang digunakan AI untuk melukai ibunya itu terdapat DNA korban.Pasalnya, pisau tersebut merupakan pisau dapur yang sering digunakan korban. Selain itu, di pisau tersebut ada DNA kakak AI. Sebab, saat kejadian, kakak AI sempat berupaya merampas pisau tersebut dari AI.Lalu, darah yang berceceran dari lantai 1 hingga lantai 2 adalah darah kakak AI saat hendak memanggil ayahnya."Kemudian, ceceran darah dari lantai 1 menuju lantai 2, setelah kita periksa, di kamar lantai 2 kita cocokkan DNA-nya, DNA tersebut adalah DNA daripada si kakak. Di dalam kamar lantai 2 ini tidak kita temukan DNA selain daripada si kakak," jelasnya.Baca selengkapnya di sini.Lihat juga Video 'Tragis, Siswi SD di Medan Tega Bunuh Ibu Kandung':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-06 06:25