TAPANULI TENGAH, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tapanuli Tengah membuka pos layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor.Posko ini didirikan di kawasan Desa Tukka, Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, sejak Sabtu pagi.Ketua Baznas Tapanuli Tengah, Syahfari Hasibuan menyebut poskoniru didirikan sebagai respons atas banyaknya keluhan pengungsi yang terserang penyakit pascabencana."Kami melayani masyarakat terdampak banjir dan longsor. Mereka banyak yang sakit setelah bencana usai. Kami mendatangkan dokter, perawat, dan obat-obatan dari Medan," ujar Syahfari kepada wartawan di lokasi, Sabtu.Baca juga: Ribuan Kayu Gelondongan Terlihat di Desa Garoga Tapanuli Selatan, Wargapun Bertanya-tanyaSyahfari Hasibuan mengatakan, layanan medis menjadi prioritas karena kondisi fisik warga mulai menurun setelah berjibaku membersihkan lumpur dan banjir selama sepekan terakhir."Setelah diperhatikan, banyak sekali yang banjir bahkan sampai ke atap rumah. Mereka juga harus mengungsi, tidak optimal, sehingga diperlukan layanan kesehatan," ucapnya.Layanan ini merupakan kolaborasi antara Baznas Tapanuli Tengah dan Baznas RI dan sekaligus mendirikan dapur umum di lokasi yang sama, agar penanganan kesehatan korban bencana lebih maksimal./Ridho Danu Prasetyo Posko layanan kesehatan Baznas di Desa Sibuluan, Tapanuli Tengah, Sabtu Tim medis disebut akan bersiaga melayani warga dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB setiap harinya selama lima hari ke depan.Syahfari juga mengaku tengah mengupayakan dukungan tambahan, termasuk anggaran dan logistik agar jam operasional bisa diperpanjang hingga sore hari."Pelaksanaan akan berlangsung lima hari. Kami akan menjaga agar layanan kesehatan tetap tersedia selama warga masih membutuhkannya," ucapnya.Koordinator Tim Medis Pos Layanan Kesehatan Baznas, dr. Rizky Harahap mengungkapkan, pihaknya menerima banyak pasien dengan keluhan penyakit kulit dan gangguan pernapasan.Baca juga: Hampir Dua Pekan Pascalongsor di Tapanuli, 13 Kecamatan Masih Terisolasi"Tadi kebetulan yang banyak datang ke sini warga-warga di Sibuluan ini dengan keluhan karena banjir. Jadi banyak yang gatal-gatal, banyak yang kena kutu air," ujar Rizky saat diwawancarai di lokasi.Selain penyakit fisik, Rizky juga menyoroti kondisi psikis warga yang mulai terganggu akibat musibah ini.Hal tersebut berdampak pada meningkatnya stres dan penurunan imunitas tubuh yang dapat memicu penyakit."Masyarakat di sini pada down. Jadi lemas, terus banyak yang kayak tadi ada yang diare serta muntah," jelas Rizky.
(prf/ega)
BAZNAS Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah
2026-01-12 11:57:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 12:24
| 2026-01-12 12:19
| 2026-01-12 12:18
| 2026-01-12 11:33
| 2026-01-12 10:23










































