GRESIK, - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menjamin seluruh karyawan smelter PTFI di kawasan Java Integrated and Industrial Estate Pulau Jawa (JIIPE) Gresik tetap bekerja meski fasilitas tersebut menghentikan operasi sementara akibat terhentinya pasokan konsentrat.“Smelter memang belum beroperasi karena pasokan konsentrat terhenti, tetapi tidak ada karyawan yang kami lakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Jadwal kerja diatur ulang dan hanya jumlah tenaga kontraktor yang berkurang, karena belum masuk tahap operasi penuh,” ujar Tony Wenas di Gresik, Jawa Timur, Selasa seperti dikutip dari Antara.Tony menjelaskan bahwa penghentian sementara operasi smelter dipicu terputusnya suplai konsentrat dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Tembagapura, Papua, setelah insiden longsor lumpur bijih basah pada 8 September 2025.Baca juga: Dirut Freeport Targetkan Tambang Grasberg Beroperasi Lagi Kuartal I-2026Kondisi tersebut membuat produksi PTFI merosot menjadi sekitar 30 persen atau 65.000–70.000 ton per hari, jauh di bawah kapasitas normal yang mencapai 200.000 ton per hari.“Kami perkirakan Maret 2026 mulai menambang lagi. Jika itu tercapai, konsentrat bisa dikirim ke smelter pada April, sehingga fasilitas dapat beroperasi kembali,” ujarnya.Sambil menunggu pasokan kembali normal, tim di Gresik saat ini fokus menjalankan pemeliharaan rutin agar smelter siap dioperasikan begitu suplai konsentrat masuk kembali.Tony mengungkapkan bahwa sebelum pasokan konsentrat terputus, proses peningkatan kapasitas produksi (rate up) smelter sudah mencapai 70–80 persen, dan secara teknis diperkirakan dapat menyentuh 100 persen jika operasi tidak terganggu.“Heating up, maintenance, dan penetralan area tetap kami lakukan agar ketika konsentrat masuk, smelter bisa langsung dijalankan meski secara bertahap,” kata Tony.Pada kesempatan yang sama, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas meninjau perkembangan smelter untuk memastikan proyek hilirisasi mineral strategis ini tetap berjalan sesuai agenda pemerintah.Smelter PTFI Gresik sendiri menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja saat beroperasi penuh, terdiri dari 1.200 kontraktor dan 800 karyawan. Selama masa konstruksi, proyek ini telah melibatkan total 40.000 tenaga kerja konstruksi.Dua tambang bawah tanah lain yang tidak terdampak longsor yakni Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan, telah kembali beroperasi, meski belum mencapai kapasitas penuh. Karena itu, pemulihan GBC pada Maret–April 2026 menjadi faktor kunci untuk normalisasi pasokan konsentrat dan keberlanjutan operasional smelter PTFI di Gresik.Baca juga: Tambang Freeport Kolaps, Harga Emas Naik, Airlangga: Pasokan Seret, Inflasi Tetap Terkendali
(prf/ega)
Smelter Gresik Sementara Berhenti Operasi, Bos Freeport Jamin Tak Ada PHK Karyawan
2026-01-12 06:19:42
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:10
| 2026-01-12 06:22
| 2026-01-12 06:00
| 2026-01-12 05:40
| 2026-01-12 05:19










































