JAKARTA, - Di tengah meningkatnya urgensi aksi iklim global, integritas data menjadi mata uang paling berharga dalam upaya pelestarian lingkungan.Tanpa data yang akurat, transparan, dan terverifikasi, komitmen hijau hanya akan menjadi narasi tanpa bukti.Menjawab tantangan besar ini, Dassa secara resmi meluncurkan Sakala, sebuah platform Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) terintegrasi.Baca juga: Kebun Sawit Bakal Dikembalikan Jadi Hutan Imbas Banjir SumateraKehadiran Sakala menandai pergeseran fundamental dalam cara kita memandang verifikasi data lingkungan, dari sistem yang terfragmentasi menuju ekosistem digital yang akuntabel.Selama bertahun-tahun, dunia konservasi dan manajemen hutan menghadapi kendala teknis serupa: pengolahan data lapangan yang memakan waktu lama, risiko kesalahan manusia dalam pelaporan, hingga kesulitan dalam memverifikasi klaim dampak lingkungan secara real-time.Fragmentasi data ini sering kali menghambat para pengambil keputusan untuk bertindak cepat dan tepat.President Director Dassa, Sylviana Andhella, menekankan, kejujuran alam harus mampu diterjemahkan ke dalam bahasa data yang tepercaya.Baca juga: Nusron Batalkan 1.040 SHM Tesso Nilo, Dikembalikan Jadi Hutan“Selama lebih dari sepuluh tahun bekerja di hutan dan bentang alam, kami belajar satu hal: nature is always honest. Tantangannya adalah bagaimana kejujuran alam ini dapat sampai kepada para pengambil keputusan secara jelas dan trusted. Itulah alasan Sakala diciptakan,” tegas Sylviana, dalam keterangannya kepada Kompas.com, Senin .Dia mengeklaim, Sakala bukan sekadar perangkat lunak, melainkan jembatan digital yang menghubungkan realitas di lapangan dengan meja diplomasi dan kebijakan.Platform MRV Sakala dikembangkan berdasarkan kebutuhan mendesak akan sistem yang tidak hanya mampu memantau dan melaporkan, tetapi juga memberikan mekanisme verifikasi bagi seluruh pemangku kepentingan.Penasehat Utama Menteri Kehutanan Indonesia, Edo Mahendra, mengapresiasi inovasi yang mendukung tata kelola kehutanan nasional ini.Baca juga: Cegah Tumpang Tindih, Nusron Minta Kalteng Mutakhirkan Sertifikat Tanah"Keberadaan sistem MRV yang tangguh menjadi sangat krusial, terutama bagi sektor-sektor yang berkaitan erat dengan ekonomi karbon dan pengelolaan bentang alam berkelanjutan," imbuhnya.Ada pun Sakala mengintegrasikan data dari multi-sumber antara observasi lapangan langsung dengan teknologi pengindraan jauh. Skema ini memastikan setiap data yang masuk memiliki jejak audit yang jelas.Platform ini juga dirancang untuk terus berkembang menyesuaikan standar regulasi lingkungan internasional dan domestik yang dinamis.Sementara itu, Founder & CEO PT Hutani Berkah Mulia, Happy Trenggono, dan analis dari Zero Carbon Forestry Management, Chrissy Fransisca Olivyana Rugian, menyoroti, bahwa tanpa sistem verifikasi yang kuat, aksi iklim berisiko terjebak pada sekadar formalitas administratif.Baca juga: Nusron Batalkan 1.040 SHM Tesso Nilo, Dikembalikan Jadi Hutan"Kehadiran platform ini diharapkan mampu menekan risiko tersebut dengan menyajikan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara saintifik," kata mereka.Technical & Business Development Director Dassa, Haryo Ajie Dewanto, menambahkan, kebutuhan akan sistem terintegrasi adalah jawaban atas kompleksitas tantangan MRV saat ini.Proses yang selama ini manual dan lambat kini dapat diakselerasi tanpa mengorbankan kualitas verifikasi.
(prf/ega)
Sakala, Mendefinisikan Ulang Tata Kelola Lingkungan Berbasis Data
2026-01-11 03:45:43
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:27
| 2026-01-11 03:09
| 2026-01-11 02:42
| 2026-01-11 02:24
| 2026-01-11 02:01










































