MBG Tetap Berjalan Selama Libur Sekolah, BGN: Tak Habiskan Anggaran

2026-01-12 06:54:24
MBG Tetap Berjalan Selama Libur Sekolah, BGN: Tak Habiskan Anggaran
- Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melanjutkan program makan bergizi gratis (MBG) selama periode libur sekolah menuai polemik.Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menilai, program MBG seharusnya tidak dipaksakan dilakukan selama siswa libur.Dia mengingatkan, pelaksanaan MBG jangan hanya berpatokan pada target penyerapan anggaran di akhir tahun, tetapi juga harus berorientasi pada manfaat yang nyata."Kita perlu jujur, jangan sampai program ini dipaksakan hanya demi menghabiskan anggaran di akhir tahun. Kegiatan publik seperti ini harus berorientasi pada manfaat nyata, bukan pada serapan belanja,” kata Charles, dikutip dari Kompas.com, Senin . Politikus PDI-P itu juga menilai, pelaksanaan MBG elama momen libur sekolah tidak cukup efektif, karena tidak ada kegiatan belajar mengajar.Lantas, bagaimana respons BGN menyikapi dugaan pelaksanaan MBG selama libur sekolah yang disebut hanya untuk menghabiskan anggaran?Baca juga: 5 Fakta Baru Mobil MBG Tabrak Siswa di Cilincing, 22 Terluka hingga Sopir Terancam 5 Tahun PenjaraWakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang membantah tudingan bahwa pemberian MBG selama libur sekolah hanya untuk menghabiskan anggaran."Justru sebaliknya, kami menghemat anggaran, karena luar biasa di tahun 2025 itu, bayangkan, anggaran MBG tahun ini Rp 71 triliun, targetnya untuk 6 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah dan ibu hamil, ibu menyusui, balita (3B)," kata dia, dikutip dari Antara, Selasa .Namun, dalam pelaksanaannya, BGN mengklaim mampu memberi manfaat kepada 50 juta anak Indonesia dan kelompok 3B.Nanik menjelaskan, penghematan ini terjadi karena banyaknya Yayasan atau mitra yang bersedia membangun dapur MBG yang disebut sebagai Dapur Mandiri."Akhirnya biaya yang dikeluarkan BGN hanya untuk program MBG Rp 15.000 per MBG, gaji karyawan BGN, termasuk SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan di tiap-tiap SPPG, yang saat ini hampir Rp 100.000 dan tersebar dari Sabang sampai Merauke," tuturnya.Di sisi lain, Nanik juga mengatakan bahwa pemberian MBG selama libur sekolah tidak bersifat memaksa.Nantinya, Sistem Pangan Peserta Program Gizi (SPPG) akan menawarkan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat."Jadi anak-anak tidak dipaksa untuk datang ke sekolah. Silakan saja kalau makanan MBG itu diambil ibunya, ayahnya, atau saudaranya," ungkapnya.Bagi sekolah yang ingin tetap menerima MBG selama libur sekolah, pihak sekolah dapat mengajukan ke SPPG.


(prf/ega)