Hanya Bisa Gerakkan 1 Jari, Pria China Ini Sukses Kembangkan Teknologi Tani Modern

2026-02-05 01:28:43
Hanya Bisa Gerakkan 1 Jari, Pria China Ini Sukses Kembangkan Teknologi Tani Modern
- Seorang pria penyandang disabilitas berat di China berhasil mengembangkan sistem kendali pertanian pintar sekaligus mendirikan perusahaan rintisan berbasis teknologi.Pria tersebut adalah Li Xia (36), warga Chongqing di wilayah barat daya China.Akibat penyakit distrofi otot yang dideritanya selama lima tahun terakhir, Li hanya mampu menggerakkan satu jari tangan dan satu jari kakinya. Ia juga bergantung pada ventilator untuk bernapas.Di tengah keterbatasan fisik yang ekstrem, Li justru mampu mengembangkan teknologi pertanian modern dan mengajarkan keterampilan teknis kepada ibunya hingga sang ibu kini dijuluki sebagai “teknisi super”.Kegigihan Li Xia membuat kisahnya menyentuh banyak orang dan menjadikannya simbol ketekunan dalam menghadapi keterbatasan.Baca juga: Daftar 10 Orang Terkaya di Asia Akhir Desember 2025 Didominasi India dan China, Bagaimana Posisi Indonesia?Akibat kondisi yang dialaminya, Li Xia berhenti bersekolah sejak duduk di kelas lima sekolah dasar.Meski demikian, semangat belajarnya tidak pernah padam. Dari atas kasur rumah sakit, ia terus belajar secara mandiri.Saat ini Li hanya bisa berbaring dan sepenuhnya bergantung pada ventilator. Namun, ketertarikannya pada fisika dan ilmu komputer terus tumbuh.Pada usia 25 tahun, ia mulai mempelajari pemrograman secara otodidak melalui forum daring.“Pertama kali saya mengenal komputer berasal dari buku pelajaran yang dibawa pulang adik perempuan saya. Setiap konsep di buku itu membuat saya penasaran,” ujar Li, dikutip dari South China Morning Post, Minggu .Li membaca buku-buku tersebut berulang kali dan selalu menantikan awal tahun ajaran baru hanya untuk melihat buku komputer terbaru yang dibawa sang adik. Seiring waktu, kondisi fisiknya terus memburuk.Ia kehilangan kemampuan berjalan, lalu tidak lagi mampu merawat dirinya sendiri. Bahkan, makan dan bernapas menjadi perjuangan besar.Dalam beberapa tahun terakhir, Li hanya mampu menggerakkan satu jari tangan dan satu jari kaki.Baca juga: Dokter Bedah China Cangkok Telinga Pasien ke Kaki dan Dipasang Kembali ke TempatnyaPada 2020, Li sempat mengalami koma. Dokter melakukan trakeotomi dan menyampaikan kepada keluarganya bahwa harapan hidupnya kemungkinan tidak lama lagi.Namun, pada awal 2021, dari pembelajaran mandiri yang ia lakukan, Li mengenal konsep budidaya tanaman tanpa tanah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-05 00:22