Satu Warga Tewas, 870 Terdampak Banjir dan Longsor di Padangsidimpuan

2026-01-12 17:27:52
Satu Warga Tewas, 870 Terdampak Banjir dan Longsor di Padangsidimpuan
PADANGSIDIMPUAN, – Banjir dan longsor melanda Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, setelah hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut sejak tiga hari terakhir.Hingga Rabu , Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat satu warga meninggal dunia, 870 warga terdampak, dan satu rumah ibadah hanyut terbawa arus.Pelaksana tugas Kalaksa BPBD Kota Padangsidimpuan, Dedi Iriansyah, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com menyampaikan bahwa hujan deras memicu banjir, longsor, serta pohon tumbang di sejumlah titik.Baca juga: Banjir Bandang Terjang Humbahas Sumut: 2 Orang Tewas, 4 Luka Berat, 5 Hilang“Hujan dengan intensitas lebat dan angin kencang berlangsung selama tiga hari terjadi di wilayah Pemerintah Kota Padangsidimpuan. Dan menyebabkan terjadinya banjir, tanah longsor dan pohon tumbang,” ujar Dedi.Dedi menjelaskan, sebanyak 240 keluarga atau sekitar 870 warga terdampak bencana, satu warga diduga hanyut dan meninggal dunia, serta satu rumah ibadah turut hanyut.“Untuk korban jiwa satu orang, diduga karena hanyut. Rumah yang terdampak sebanyak 240 KK atau sekitar 870 orang. Serta satu rumah ibadah hanyut. Untuk kerusakan dan kerugian material masih dalam pendataan,” katanya.Sejumlah wilayah yang terdampak meliputi:• Kelurahan Hanopan Sibatu, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan: 30 KK (sekitar 120 orang).• Kelurahan Sidakkal, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan: 50 KK (sekitar 150 orang).• Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan: 80 KK (sekitar 300 orang).• Kelurahan Sabungan, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru: 80 KK (sekitar 300 orang).“Upaya penanganan, membuat posko utama di Kantor Wali Kota Padangsidimpuan dan sejumlah dapur umum di titik pengungsian,” kata Dedi.


(prf/ega)