Konten AI Slop Banjiri Media Sosial, Pakar Ingatkan Ancaman Misinformasi

2026-01-12 02:02:43
Konten AI Slop Banjiri Media Sosial, Pakar Ingatkan Ancaman Misinformasi
- Fenomena AI slop sempat menghebohkan jagat maya beberapa waktu belakangan ini. Fenomena ini muncul ketika teknologi AI secara masif digunakan oleh sebagian orang untuk menciptakan beragam karya digital.Karya digital hasil dari tools AI tersebut dipublikasikan secara massal, terlihat absurd, bahkan dibuat hanya untuk tujuan clickbait atau meraih atensi para pengguna internet.Website Theconversation mengungkap AI slop sebagai konten berkualitas rendah hingga menengah, melibatkan video, gambar, audio, teks atau campuran yang dibuat dengan perangkat AI, seringkali tanpa memperhatikan akurasi.Pembuatan konten AI slop ini dianggap lebih cepat, mudah, dan murah. Produsen konten AI slop biasanya mengunggahnya di media sosial untuk memanfaatkan keuntungan ekonomi dari perhatian netizen di dunia maya.Baca juga: 5 Prompt Gemini AI untuk Foto Bareng Blackpink Pakai HP SamsungKonten AI slop telah meningkat selama beberapa tahun terakhir. Konten ini secara jelas memperlihatkan karya digital buatan AI yang terkesan tidak masuk akal, misalnya objek yang meleleh, bayangan tidak masuk akal, sepak bola zombi hingga sinetron kucing.Meskipun terkadang bisa dianggap sebagai konten hiburan, AI slop menjadi fenomena yang membanjiri media sosial tanpa moderasi atau aturan yang jelas, di mana dampaknya bila terus dibiarkan menyangkut potensi misinformasi serta disinformasi./Reska K. Nistanto Dosen Desain Media, Politeknik Tempo, Beny Maulana; Bayu Galih Wibisono, editor Cek Fakta Kompas.com; Gamma Aditya, Manager Simpati Telco Product Growth and Innovation Telkomsel di acara diskusi Etika AI di Media Sosial di Gedung Tempo Institute, Jakarta, Rabu .Dalam seminar yang digelar oleh Ruang Tengah Digital Network, Politeknik Tempo, dan Diktisaintek Berdampak yang bertajuk "Etika AI di Media Sosial" di Gedung Tempo Institute, Jakarta, Rabu membahas fenomena AI slop hingga urgensi lahirnya aturan atau payung hukum yang kuat terkait tata kelola pemanfaatan AI.Salah satu pembicara, Bayu Galih Wibisono, editor Cek Fakta Kompas.com mengatakan bahwa saat ini di Indonesia belum memiliki Undang-Undang (UU) khusus tentang AI, regulasi yang digunakan masih bergantung pada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) atau Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)."Saat ini pemerintah sedang menyusun peta jalan AI. Peta jalan itu termasuk guidance, bagaimana penggunaannya, bagaimana perlindungan data, terkait penggunaan AI. Sekarang peta jalan itu masih tiga kepentingan: industri, pemerintah dan user," kata Bayu.Baca juga: Menerka Masa Depan AI Bubble, Ini Prediksi Para AnalisBayu juga mengungkapkan bahwa perusahaan yang mengembangkan AI juga harus memiliki etika. Misalnya, perusahaan harus menampilkan bahwa karya mereka dibuat oleh teknologi kecerdasan buatan.Beny Maulana, Dosen Desain Media, Politeknik Tempo menambahkan bahwa etika AI perlu diperhatikan oleh para pengguna teknologi AI. Salah satu contoh pemanfaatan AI yang beretika ialah bijak dalam penggunaan data atau informasi pribadi.Teknologi AI ini apabila proses kerjanya ialah dengan cara mengambil dan mempelajari data dari internet, namun tanpa meminta izin kepada pemilik data, maka ini juga dianggap sebuah pelanggaran."Secara global, internet dan AI ini masih banyak problem yang terus berkembang, problem hukum, copyright, personal data dan sebagainya," kata Beny.Oleh karena itu, pentingnya negara hadir dalam menjaga ruang digital agar tetap aman, meminimalisir munculnya misinformasi dan disinfomasi maupun hoaks melalui aturan yang kuat terkait pemanfaatan AI.Sekadar informasi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merangkumkan peta jalan penggunaan AI di Tanah Air. Pemerintah menargetkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait tata kelola AI rilis pada 2026.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-12 10:52