BANYUMAS, - Kondisi Lereng Gunung Slamet nampak cokelat akibat eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Total ada 19,63 hektar lahan yang butuh penghijauan dengan 28 ribu pohon.Baru-baru ini, beredar sebuah unggahan media sosial menunjukkan visual peta 3D yang memperlihatkan area kecokelatan di sisi utara–barat daya gunung yang kontras dengan hamparan hutan sekitar.Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas Widodo Sugiri menjelaskan, gambar itu merupakan citra satelit bekas kegiatan eksplorasi PLTP Baturraden.Ia menduga, gambar tersebut merupakan citra satelit lama. Meski begitu, pihaknya tetap merasa khawatir atas kondisi tersebut.Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Kerahkan Satgas Tangani Masalah Penambangan di Lereng Gunung Slamet"Itu lokasi rencana PLTP, gambar itu kemungkinan citra satelit lama, sebelum tahun 2025. Tapi apapun itu, kalau mendasari citra satelit itu, kami juga memiliki kekhawatiran yang sama," katanya saat dihubungi, Senin .Lokasi tersebut diketahui berada di hutan lindung wilayah Kecamatan Cilongok, Banyumas, dengan akses melalui Kaligua, Kabupaten Brebes.Berdasarkan evaluasi DLH Provinsi Jateng, perusahaan wajib melakukan revegetasi di Banyumas seluas 19,63 hektar dengan total 28.829 tanaman.Sugiri menegaskan pemkab tidak memiliki kewenangan perizinan, namun berkewajiban memastikan tidak ada dampak negatif dari kegiatan panas bumi.“Kami tetap berupaya, terakhir Kementerian ESDM berencana mengajak kami berkunjung kembali ke lokasi tersebut. Harapannya bisa melihat lebih jelas lagi hal-hal apa yang harus diselesaikan terkait penghentian eksplorasi PLTP,” kata Sugiri.Baca juga: Viral Citra Satelit Gunung Slamet, Pemkab Banyumas Akui Dampak Eksplorasi PLTPSugiri mengingatkan peristiwa pencemaran air “Banyu Buthek” pada 2017 ketika air sungai berubah keruh akibat pembukaan akses jalan untuk eksplorasi PLTP.“Di citra satelit yang tampak coklat itu akses jalan menuju wellpad H dan F, di mana kedua wellpad itu di wilayah Banyumas, yang aliran airnya masuk ke Curug Cipendok,” jelasnya.Sugiri menuturkan kegiatan eksplorasi PLTP telah dihentikan beberapa tahun lalu.Pada September, pemkab bersama instansi terkait meninjau lokasi untuk mengevaluasi program revegetasi.“Walaupun sebelumnya kami sudah ke sana, tapi atas permintaan gerakan Save Slamet kami tindaklanjuti. Namun kami hanya bisa sampai di wellpad H, tidak sampai wellpad F karena terkendala cuaca dan medan,” ujarnya.Baca juga: Gunung Slamet Diproses Jadi Taman Nasional, Ahmad Luthfi Tegaskan Larangan PenambanganHasil pantauan menunjukkan penanaman pohon sudah dilakukan, tetapi belum optimal.
(prf/ega)
Lereng Gunung Slamet Jadi Cokelat Usai Eksplorasi PLTP, Butuh Penghijauan 28 Ribu Pohon
2026-01-12 03:28:42
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:58
| 2026-01-12 02:31
| 2026-01-12 02:05
| 2026-01-12 01:52










































