Isuzu Siap Dukung Logistik Nataru 2025/2026

2026-01-12 04:02:44
Isuzu Siap Dukung Logistik Nataru 2025/2026
JAKARTA, - Menyambut momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru 2025/2026), PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengajak para pemilik dan sopir truk untuk memastikan seluruh kendaraannya siap digunakan, aman, dan tetap produktif di tengah lonjakan aktivitas logistik nasional.Setiap tahunnya, momen libur Natal dan Tahun Baru menjadi fase krusial bagi sektor logistik, sebab permintaan meningkat dan risiko operasional ikut naik.Division Head of Business Strategy PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga, mengatakan, Isuzu memahami kendaraan niaga bukan sekadar alat transportasi, melainkan tulang punggung rantai pasok."Karena itu, kami berharap kendaraan yang digunakan dan sopir yang bekerja selama masa Nataru 2025/2026 mempersiapkan diri dengan baik. Isuzu juga siap membantu mendukung kelancaran usaha Isuzu Partner melalui dukungan layanan purna jual yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia," kata Rian dikutip dari keterangan resmi, Kamis .Pemeriksaan kendaraan sejak dini bertujuan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, aman, dan siap menghadapi lonjakan aktivitas logistik.Beberapa komponen utama yang wajib menjadi prioritas pengecekan antara lain sistem pengereman, kondisi ban, lampu-lampu dan sistem kelistrikan, sistem kemudi dan suspensi, serta mesin dan transmisi.Baca juga: Daftar SPKLU Mobil Listrik di Tol Trans Jawa Saat Libur Natarudok.Isuzu IsuzuPengemudi wajib mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum berkendara.Jika mulai merasa lelah, segera menepi dan beristirahat minimal 15–30 menit.Jangan memaksakan diri demi mengejar target waktu karena keselamatan tidak bisa dinegosiasikan.Isuzu mendorong perusahaan angkutan untuk menerapkan manajemen jadwal kerja yang realistis dan manusiawi.Produktivitas jangka panjang tidak lahir dari pengemudi yang dipaksa bekerja di luar batas aman.Isuzu mengajak seluruh pelaku industri untuk berpikir strategis, bahwa kepatuhan terhadap aturan adalah investasi, bukan beban.Operasional yang patuh hukum akan lebih sustainable dan kredibel di mata klien maupun regulator.Truk memiliki karakter pengereman yang berbeda dengan kendaraan penumpang.Jarak aman memberikan ruang reaksi yang cukup dalam kondisi darurat, terutama di jalur padat atau cuaca kurang bersahabat.


(prf/ega)