Kepala Sekolah SMAN 72: Senin Depan, Pembelajaran Masih Online

2026-01-12 04:34:36
Kepala Sekolah SMAN 72: Senin Depan, Pembelajaran Masih Online
JAKARTA, - Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon mengatakan, pembelajaran di sekolahnya masih akan berlangsung secara online (daring) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Senin pekan depan.Pasalnya, pihak sekolah harus memastikan dulu apakah para para orangtua siswa sudah mengizinkan putra-putri mereka mengikuti pembelajaran secara hybrid (kombinasi offline dan online)."Hari Senin itu yang pasti masih PJJ. Lalu, masih kita pantau juga dan kita pastikan dengan orang tuanya apakah sudah boleh hybrid ya. Jadi harus kami pastikan orang tuanya menyetujui," ujar Tetty saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Sabtu ."(Maksudnya) Menyetujui hybrid. Apapun yang terjadi kita kan belum bisa memastikan mereka harus seluruhnya belajarnya luring (offline) ya, karena masih ada sebagian yang kondisinya, traumanya masih ada," jelasnya.Baca juga: Warga Nilai Game Online Tak Layak Jadi Kambing Hitam Kasus Ledakan SMAN 72 JakartaTetty juga mengungkapkan, proses asesmen psikologis kepada siswa-siswi SMAN 72 sudah berjalan, tetapi belum sepenuhnya selesai.Selain dari Dinas Pendidikan Jakarta, asesmen juga dilakukan oleh pihak sekolah, tim dari TNI AL, dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga memberikan atensi untuk proses asesmen psikologis.Dari hasil asesmen sementara, para siswa sudah mulai rindu kembali belajar di sekolah secara langsung.Selain itu, ia menyebut hasil asesmen secara umum menunjukkan kondisi psikologis para siswa sudah membaik."Tapi hasil resmi belum (terbit). Hasil penyelidikan juga belum," tutur Tetty.Ia menambahkan, meski asesmen psikologi menunjukkan hasil positif, sekolah masih menunggu persetujuan orangtua siswa untuk bisa menggelar pembelajaran secara online dan offline (hybrid).Baca juga: Pramono Ogah Buru-buru Putuskan Cabut KJP Pelaku Ledakan SMAN 72 JakartaIa pun berpesan agar para siswa berdoa supaya kondisi masing-masing terus membaik. "Karena orang tua murid yang terutama memberikan restu ya. Anak-anak mereka juga masih takut-takut jalan. Pesan saya, anak-anak berdoa dan bersemangat, mudah-mudahan segera pulih," ungkap Tetty."Supaya tidak ketinggalan dari sekolah lain pembelajarannya," tambahnya Sebelumnya, ledakan terjadi di masjid sekolah SMAN 72, Kelapa Gadingm Jakarta Utara pada pukul 12.15 WIB pada Jumat .


(prf/ega)