Mendagri Ungkap Biaya Pemulihan Pascabencana: Butuh Rp 59,25 T, Aceh Rp 33,75 T

2026-01-11 04:09:44
Mendagri Ungkap Biaya Pemulihan Pascabencana: Butuh Rp 59,25 T, Aceh Rp 33,75 T
JAKARTA, - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, pemulihan wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) memerlukan anggaran Rp 59,25 triliun.Taksiran ini mengemuka setelah ia rapat dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)."Dari yang sudah pernah direkap waktu rapat dengan BNPB, sebagai masukan saja, bahwa kalau untuk pemulihan nanti sampai dengan selesai, diperlukan anggaran lebih kurang Rp 59,25 triliun," kata Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pemulihan pascabencana dengan pimpinan DPR RI, kementerian/lembaga, hingga kepala daerah terdampak di Aceh, yang disiarkan langsung di TVR Parlemen, Selasa .Tito memerinci, sebanyak Rp 33,75 triliun untuk Aceh, Rp 13,5 triliun untuk Sumatera Barat, dan Rp12 triliun untuk Sumatera Utara.Baca juga: Gubernur Mualem Minta Segera Dibangun Hunian untuk Korban Banjir AcehPemulihan itu meliputi berbagai macam sarana infrastruktur, mulai dari kantor desa hingga sekolah yang hancur akibat bencana."Termasuk masalah kantor desa, kemudian sekolah, kemudian fasilitas kesehatan, jembatan, dan lain-lain. Yang itu mungkin dikeroyok oleh seluruh K/L," tutur Tito.Lebih lanjut Tito menjabarkan, secara total sejak awal bencana, ada 52 kabupaten/kota yang terdampak di tiga wilayah tersebut, dengan rincian 18 wilayah di Aceh, 18 wilayah di Sumatera Utara, dan 16 wilayah di Sumatera Barat.Namun, sebagian besar wilayah sudah pulih.Dia bilang, Sumatera Utara menjadi wilayah yang cepat pulih pascabencana. Sementara wilayah yang paling berat adalah Aceh Tamiang."Yang paling berat adalah (Aceh) Tamiang, karena Tamiang pemerintahannya belum berjalan efektif dan kemudian ekonomi juga belum berjalan maksimal. Kemudian untuk di daerah Sumatera Utara, sekalian saja di sini. Sumatera Utara itu cepat sekali recover," tuturnya.Tercatat dari 18 wilayah yang terdampak bencana di Sumatera Utara, tersisa 5 daerah yang kini masih proses pemulihan.Daerah-daerah tersebut meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga.Sementara di Aceh, masih ada 7 wilayah yang terus menjadi perhatian pemerintah, meliputi Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.Baca juga: Terdampak Bencana, Aceh Minta Kelonggaran Waktu Pelunasan Biaya HajiTito bilang, sebagian besar wilayah yang berhasil dipulihkan harus masuk dalam kategori kuning, yaitu kategori dalam perhatian, karena mengalami bencana susulan."Pidie Jaya tidak dimasukkan kuning, tapi karena kemarin kena lagi beberapa hari lalu, ya kita harus masukkan kuning lagi," jelas Tito.Di Sumatera Barat, masih ada tiga wilayah yang perhatian dari 16 yang terdampak, yaitu Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar."Tapi berkat kecepatan dan juga kerja keras dari semua pihak, baik pusat maupun daerah, dan masyarakat, dan semua pihak yang terlibat, sampai saat ini kita melihat bahwa yang sudah banyak terjadi pemulihan," tandas Tito.


(prf/ega)