JAKARTA, - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung perebutan Partai Demokrat secara inkonstitusional pada polemik isu kudeta yang melibatkan Kepala Staf Presiden Moeldoko tahun 2021 lalu.Mulanya, AHY menyambut kedatangan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf beserta jajaran petinggi PKS lain yang ikut dalam silaturahmi ini."Jadi saya mengucapkan selamat datang di Dewan Pembinaan Pusat Partai Demokrat ini adalah rumah perjuangan kami tempat yang kami pertahankan selama dua tahun ketika dicoba untuk direbut secara inkonstitusional," kata AHY ketika sambutan di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa .AHY mengatakan, ia termasuk orang yang mudah memaafkan tetapi sulit untuk melupakan.Baca juga: Satu Tahun Prabowo-Gibran, Demokrat Anggap Wajar Belum Semua Program Terpenuhi"Kami mudah memaafkan, tapi sulit melupakan. Mengapa tidak boleh cepat dilupakan? Karena itu adalah peristiwa yang buruk bagi kehidupan demokrasi dan politik di negeri ini," ujarnya.AHY lalu mengatakan, ia tidak ingin ada partai lain yang merasakan hal serupa seperti yang dialami Demokrat."Saya mendoakan tidak ada partai manapun di Indonesia yang mengalami musibah serupa, tapi Allah selalu memberikan kekuatan bagi yang berikhtiar," ucapnya.AHY mengatakan, silaturahmi kebangsaan antara PKS dengan Demokrat kali ini merupakan kesekian kali setelah Ketua Majelis Syuro Muhammad Sohibul Iman dan Presiden PKS bertemu dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Jawa Barat.Baca juga: Wasekjen Demokrat Sebut SBY Tidak Salami Kapolri karena Terlewat"Alhamdulillah beliau senang sekali dan tentunya mendoakan agar kita semua bisa semakin dekat hubungannya dalam sinergi dan kolaborasi yang juga positif ke depan," tuturnya."Jadi harapan ke depan semakin sering kita bersilaturahim, bertukar pikiran baik substansi politik maupun hal-hal lain yang menyangkut hajat hidup masyarakat kita," tambah AHY.
(prf/ega)
AHY Singgung Perebutan Demokrat Secara Inkonstitusional Saat Sambut Presiden PKS
2026-01-11 15:25:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:33
| 2026-01-11 15:13
| 2026-01-11 14:57
| 2026-01-11 14:34
| 2026-01-11 14:10










































