Siap-siap, Diskon Nasional hingga 80 Persen Segera Dimulai!

2026-01-12 07:09:55
Siap-siap, Diskon Nasional hingga 80 Persen Segera Dimulai!
JAKARTA, - Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pemerintah kembali menggerakkan konsumsi masyarakat melalui tiga program diskon berskala nasional.Program ini diumumkan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu .Budi menjelaskan bahwa rangkaian kampanye belanja tersebut digelar bekerja sama dengan berbagai asosiasi ritel dan pelaku industri. Agenda ini berlangsung sepanjang Desember hingga awal Januari.Baca juga: Pemerintah Tebar Diskon Libur Akhir Tahun, Kapal, Kereta, hingga Tol“Jadi kita bekerja sama dengan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) melakukan diskon antara 20-80 persen, yaitu pada tanggal yang akan dilaunching pada tanggal 1 Desember 2025,” ujarnya, dikutip dari Antara.Program pertama adalah Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang berlangsung pada 10–16 Desember 2025.Kegiatan ini digelar bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan menjadi momentum diskon tahunan bagi platform belanja daring.Usai Harbolnas, pemerintah melanjutkan kampanye Belanja di Indonesia Aja (BINA Indonesia) pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.Baca juga: Bakal Ada Diskon Tarif Tol Saat Libur Akhir Tahun, Berapa Persen?Program ini melibatkan Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) untuk menggairahkan transaksi di pusat perbelanjaan dan ritel nasional selama puncak liburan.Program ketiga adalah Every Purchase Is Cheap (EPIC), hasil kolaborasi pemerintah dengan Aprindo. Diskon besar-besaran mulai dari 20–80 persen menjadi daya tarik utama dalam kampanye ini. Peluncuran EPIC dijadwalkan pada 1 Desember 2025.Budi menegaskan bahwa seluruh agenda diskon akhir tahun ini dirancang sebagai bagian dari hari diskon nasional untuk mendorong belanja masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas perdagangan di penghujung 2025.Pemerintah berharap momentum Nataru mampu menjaga pergerakan ekonomi serta meningkatkan transaksi belanja masyarakat hingga awal 2026.


(prf/ega)