Surya Paloh di HUT Nasdem: Partai Tetap Dukung Prabowo-Gibran, Insya Allah Konsisten

2026-02-03 18:00:54
Surya Paloh di HUT Nasdem: Partai Tetap Dukung Prabowo-Gibran, Insya Allah Konsisten
JAKARTA, - Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh menyatakan dukungan untuk pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.Ia berharap, partainya konsisten mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.Pernyataan ini disampaikan Surya Paloh dalam puncak acara HUT ke-14 Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Selasa ."Sebagai partai, institusi partai politik yang telah dan tetap berkomitmen sebagai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran ini. Saya juga ingin meyakinkan, saudara-saudara, mudah-mudahan insya Allah konsistensi kita tetap ada dalam diri kita," kata Surya Paloh, Selasa.Baca juga: Prabowo Beri Tugas Mensesneg Sebelum Berangkat ke Australia, Apa Saja?Surya Paloh menyatakan, Partai Nasdem adalah bagian dari barisan pendukung pemerintah.Ia ingin pemerintahan yang dipimpin Prabowo dan Gibran berhasil.Oleh karenanya, ia meminta seluruh kader memberikan seluruh daya upaya, pikiran, dan perhatian kepada kesuksesan pemerintahan."Kita mau pemerintahan ini berhasil. Kita mau pemerintahan ini sukses," ucap Surya Paloh.Baca juga: Gibran soal Pahlawan Nasional: Soeharto dan Gus Dur Beri Kontribusi Besar untuk NegaraIa beranggapan, kesuksesan pemerintah adalah kesuksesan Partai Nasdem, sedangkan kegagalan pemerintah adalah azab nestapa bagi partainya."Kesuksesan pemerintahan ini adalah juga bagian dari kesuksesan kita. Kegagalan pemerintahan ini, itu yang menjadi azab nestapa dan duka nestapa bagi kita," ujar Surya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 17:36