Insiden Drone di Tambang Ketapang, WNA China Diduga Serang TNI, Imigrasi Amankan Puluhan Orang

2026-02-04 06:15:52
Insiden Drone di Tambang Ketapang, WNA China Diduga Serang TNI, Imigrasi Amankan Puluhan Orang
- Insiden yang melibatkan puluhan warga negara asing (WNA) asal China dan aparat TNI di kawasan pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, masih terus didalami aparat gabungan kepolisian, TNI, dan keimigrasian.Peristiwa yang terjadi pada Minggu sekitar pukul 15.40 WIB itu bermula dari aktivitas penerbangan drone di area tambang PT SRM, Kecamatan Tumbang Titi.Insiden tersebut berujung dugaan penyerangan terhadap lima personel TNI yang sedang menjalani Latihan Dalam Satuan (LDS), serta satu petugas pengamanan sipil perusahaan.Baca juga: Kronologi 15 WNA China Serang Prajurit TNI di Tambang Emas Ketapang versi Kodam XII TanjungpuraKantor Imigrasi Ketapang mengamankan sedikitnya 15 WNA asal China yang diduga terlibat langsung dalam insiden tersebut.Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi Tikim) Kantor Imigrasi Ketapang, Ida Bagus Putu Widia Kusuma, mengatakan seluruh WNA telah dibawa ke kantor imigrasi untuk menjalani pemeriksaan.“Mereka telah dibawa ke Kantor Imigrasi Ketapang,” ujar Ida Bagus kepada wartawan, Selasa .Menurut dia, pemeriksaan difokuskan pada legalitas dokumen keimigrasian dan aktivitas para WNA selama berada di Indonesia.“Terkait proses keimigrasian, saat ini masih kami lakukan pemeriksaan. Apakah ada pelanggaran atau tidak, masih dalam pendalaman,” katanya.Berdasarkan data sementara, 15 WNA China tersebut tercatat sebagai pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang disponsori oleh PT Sultan Rafli Mandiri.KITAS merupakan izin tinggal resmi bagi WNA untuk bekerja, berinvestasi, atau melakukan kegiatan tertentu dalam jangka waktu 6 bulan hingga 2 tahun.Baca juga: 15 WN China yang Diduga Serang Prajurit TNI di Kawasan Tambang Emas Ketapang Diamankan ImigrasiDOK WARGA Status keimigrasian 15 Warga Negara Asing (WNA) asal China yang diduga terlibat penyerangan terhadap warga sipil dan 5 anggota TNI di perusahaan tambang emas, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) adalah merupakan pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menyatakan, kepolisian masih melakukan klarifikasi terhadap seluruh pihak yang terlibat guna mengungkap secara utuh kronologi insiden penyerangan di tambang emas tersebut.“Sementara kami masih melakukan proses klarifikasi dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk menindaklanjuti pendataan terhadap WNA yang diduga melakukan penyerangan,” kata Harris saat dihubungi Kompas.com, Senin .Ia menambahkan, jajaran Polsek Tumbang Titi telah mengambil langkah awal di lokasi kejadian sejak Minggu .Hingga kini, tidak ditemukan korban jiwa dan situasi di sekitar area tambang dinyatakan kondusif.“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta kondusif,” tegasnya.Baca juga: 26 WN China Diamankan Terkait Penyerangan Prajurit TNI di Tambang Emas Ketapang


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 05:32