Kisah Warga Hadapi Banjir Aceh Tamiang: Saya Gigit Beras, Minum Air Lumpur, Kayu Luar Biasa Menakutkan

2026-01-12 05:57:21
Kisah Warga Hadapi Banjir Aceh Tamiang: Saya Gigit Beras, Minum Air Lumpur, Kayu Luar Biasa Menakutkan
ACEH TAMIANG, - Air banjir yang datang tiba-tiba pada akhir November 2025 lalu memaksa warga Aceh Tamiang bertaruh nyawa demi menyelamatkan diri dan sesama.Di tengah arus deras dan listrik padam, solidaritas warga menjadi satu-satunya pegangan untuk bisa bertahan hidup.Alamsyah, warga Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang, menceritakan detik-detik awal banjir yang melanda permukimannya pada Rabu .Saat itu, dia dan keluarganya masih meyakini kondisi di sekitar rumahnya aman."Waktu peristiwa awal pertama itu, sudah ada Pak Cik saya rumahnya di Tolangcut. Dia nanya, 'Kondisi kalian di sana macam mana?' Saya bilang, 'Aman. Airnya masih segini-gini,'" kata Alamsyah saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu .Baca juga: 3 Pekan Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Masih Bergulat Krisis Air Bersih: MCK Sulit, Gimana Mau Masak?Namun, hujan angin yang turun pada malam hari mengubah situasi dengan cepat.Pohon-pohon tumbang, jemuran beterbangan, dan rasa takut menyelimuti rumahnya."Begitu hujan angin, pohon kayu pada bertumbangan. Anak-anak tidur ketakutan, takut pohon kelapa tumbang," ujarnya.Keesokan paginya, yakni Kamis , air sudah menggenangi bagian belakang rumah.Ketinggian air naik begitu cepat hingga mencapai kurang lebih 70 sentimeter."Pagi mau buka pintu dapur, air sudah di belakang rumah. Cepat memang naik air tadi," ucap Alamsyah.Dia bersama keluarga kemudian mengungsi ke Kota Lintang Atas yang posisinya lebih tinggi.Namun, banjir terus meluas hingga memaksa mereka berpindah berulang kali."Di sini sudah se-paha saya air. Kami pindah cari yang lebih tinggi. Jam maghrib belum ada air, tetapi jam 12 malam air sudah nyebrang (dari Kota Lintang Bawah ke Kota Lintang)," tuturnya.Baca juga: Butuh Waktu Berjam-jam untuk Bisa Dapat BBM di Aceh Tamiang-LangsaPerpindahan dilakukan dalam gelap karena listrik padam.


(prf/ega)