Deru Erupsi Mahameru Mengejar Warga, Negara Bergegas Siaga

2026-01-11 23:29:51
Deru Erupsi Mahameru Mengejar Warga, Negara Bergegas Siaga
JAKARTA, - Mahameru, atau dikenal juga sebagai puncak Gunung Semeru, tiba-tiba mengeluarkan asap panas tebal pada Rabu .Gunung vulkanik aktif yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur ini mengalami erupsi cukup besar.Tiga desa disebut terdampak: Supit Urang, Oro-Oro Ombo di Pronojiwo, dan desa Penanggal, Candipuro.Awan panas yang muncul dari puncak Semeru meluncur ke arah tengara dan selatan hingga jarak 13 kilometer.Tak sampai satu jam, status aktivitas vulkanis Gunung Semeru naik dari level III atau siaga, menjadi level IV atau awas.Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Bagaimana Sejarah Letusan dari Puncak Mahameru?Gunung dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut yang memukau ini seketika berubah jadi mencekam, membuat ratusan jiwa lari tunggang langgang dari rumah mereka sendiri.Setidaknya, 300 warga di sekitar Gunung Semeru langsung mengemas perlengkapan mereka, menjauh menyelamatkan diri ke tempat pengungsian.Dua titik pengungsian awal yang diketahui adalah SD 2 Supiturang dan Balai Desa Oro-Oro Ombo yang berjarak sekitar 10 kilometer di sisi timur Semeru.Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengimbau agar masyarakat menghindari aktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah puncak Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar."Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," katanya.Baca juga: Korban Luka akibat Erupsi Gunung Semeru Bertambah Jadi 3 OrangPeristiwa ini juga mengaktifkan status tanggap darurat dari Pemerintah Kabupaten Lumajang selama tujuh hari, terhitung 19-26 November 2025.Pengungsi yang semula hanya berkisar 300 jiwa terus bertambah seiring dengan erupsi Semeru yang masih menderu.Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pada Kamis , jumlah pengungsi di dua kecamatan terdampak telah mencapai 963 jiwa dengan pengungsi terbesar dari Kecamatan Pronojiwo.Terdapat enam titik pengungsian di kecamatan tersebut, yakni di Balai Desa Oro-Oro Ombo 238 jiwa, Masjid Nurul Jadid 169 jiwa, SDN 4 Supiturang 104 jiwa, SDN 2 Sumberurip 131 jiwa, Bumdes Sumberurip 26 jiwa, dan Pom Mini Supiturang 102 jiwa.Kemudian, di kecamatan Candipuro terdapat dua titik, yakni Kantor Camat 106 jiwa dan Balai Desa Sumber Mujur 55 jiwa.


(prf/ega)