— Bagi sebagian wisatawan, malam bukan waktunya untuk beristirahat, melainkan saat terbaik menjelajah rasa.Di berbagai kota dunia, street food justru semakin ramai ketika hari mulai gelap.Lampu-lampu kios kuliner menyala, aroma makanan memenuhi udara, dan antrean pembeli menjadi bagian dari pengalaman.Fenomena ini menjadikan street food malam bukan sekadar makan, tetapi cara mengenal budaya, interaksi, dan gaya hidup masyarakat setempat.Menurut laporan Hotels.com dalam daftar Best Street Food Cities, sejumlah kota di Asia menjadi destinasi paling populer bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata kuliner jalanan tanpa batas waktu.Baca juga: Resep Korean Fish Cake Tanpa Ikan, Inspirasi Ide Jualan Street FoodBangkok berada dalam daftar kota street food terbaik dunia berkat ragam menu dan harga yang ramah di kantong.Kawasan Chinatown dan Victory Monument selalu ramai hingga dini hari.Tom yum, papaya salad, seafood goreng, hingga mango sticky rice menjadi hidangan yang paling banyak diburu oleh wisatawan.Ho Chi Minh dikenal sebagai salah satu pusat kuliner kaki lima Asia Tenggara.Salah satu menu khasnya adalah banh beo, camilan berbahan tepung beras yang disajikan dengan bubuk udang dan kulit babi renyah.Hidangan ini mudah ditemui dari pagi hingga malam, terutama di area pasar tradisional dan jalan utama kota.Baca juga: 6 Rekomendasi Street Food di Jakarta, Jajal Kuliner Malam Night market adalah jantung aktivitas kuliner di Taipei. Hidangan kecil atau xiao chi menjadi favorit banyak wisatawan.Menu seperti pangsit kukus, mie tiram, hingga chou dou fu (tahu fermentasi goreng) dikenal sebagai sajian yang khas dan ikonik.Beberapa pasar malam populer seperti Raohe Night Market dan Shilin Night Market bahkan buka hingga dini hari.Osaka dikenal sebagai kota dengan budaya kuliner bernama kuidaore, yang berarti makan sampai puas.Distrik Dotonbori selalu ramai dengan kios kuliner malam yang menyajikan kushikatsu, okonomiyaki, takoyaki, hingga minuman matcha tradisional Jepang.Kawasan ini menjadi destinasi ideal untuk mencicipi rasa lokal sambil menikmati suasana malam kota.Seoul sering dijuluki "kota tanpa tidur" dalam urusan street food.Di Gwangjang Market, pasar yang berdiri sejak 1905, lebih dari 5.000 pedagang berjualan hingga hampir tengah malam.Street food seperti hotteok, tteokbokki, dan odeng menjadi pilihan paling populer.Area Myeongdong Street Food Alley juga menjadi pusat kuliner malam dengan makanan trending seperti gyeran-bbang, patbingsoo, tusuk mozzarella panggang hingga soft ice cream.Baca juga: 16 Street Food dari Berbagai Negara di Dunia, Ada Bakso hingga GelatoMenurut laporan tren wisata kuliner yang dirilis Hotels.com, ada beberapa alasan mengapa wisatawan semakin memilih street food malam saat traveling:1. Rasa yang otentik dan dekat dengan budaya lokal2. Harga terjangkau, cocok bagi solo traveler atau backpacker3. Pengalaman imersif—suasana jalan, interaksi dengan penjual, hingga antrean menjadi bagian dari cerita perjalanan4. Jam fleksibel, terutama bagi traveler yang tiba malam atau memiliki jadwal padatAgar pengalaman kuliner tetap aman dan nyaman:Pilih pedagang yang ramai pembeli1. Utamakan makanan yang dimasak langsung2. Hindari makanan mentah tanpa pendingin3. Cek ulasan atau rekomendasi lokal4. Coba makanan ikonik lokal sebagai pengalaman budayaStreet food malam bukan hanya soal makan, tetapi perjalanan rasa dan pengalaman sosial yang berbeda dari restoran formal.Bagi traveler yang menjadikan kuliner sebagai bagian dari petualangan, kota-kota ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan—satu gigitan, satu cerita.
(prf/ega)
Rekomendasi Wisata Kuliner Malam di Asia: dari Bangkok sampai Seoul
2026-01-12 18:40:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 18:48
| 2026-01-12 18:12
| 2026-01-12 17:55
| 2026-01-12 17:48
| 2026-01-12 16:53










































