Dua Negara Meminang IKN Bangun Kereta Trans-Borneo, Apa Kata Menhub?

2026-01-12 05:09:38
Dua Negara Meminang IKN Bangun Kereta Trans-Borneo, Apa Kata Menhub?
NUSANTARA, - Ambisi besar untuk menyatukan daratan Kalimantan melalui jalur kereta lintas negara kembali menyeruak ke permukaan.Proyek prestisius yang diinisiasi oleh sektor swasta Brunei Darussalam, Brunergy Utama Sdn Bhd, dan aspirasi pemerintah Sarawak, Malaysia, direncanakan menembus jantung Ibu Kota Nusantara (IKN).Namun, bagaimana posisi pemerintah Indonesia menanggapi "proyek impian" yang akan menghubungkan tiga kedaulatannegara  ini?Baca juga: Masyarakat Antusias, Trafik Tol IKN Melejit Tembus 9.000 Kendaraan Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait isu yang tengah viral di kancah regional tersebut.Meski menyambut baik niat tersebut, Menhub menegaskan bahwa hingga saat ini, proposal resmi dari pihak Malaysia maupun Brunei belum mendarat di mejanya.Menhub mengonfirmasi bahwa pembahasan proyek jalur kereta lintas negara tersebut tampaknya masih berada di level komunikasi dengan Otorita IKN, belum masuk ke ranah kementerian teknis."Itu saya baru dengar memang ada semacam usulan dari Malaysia ya, dari Sarawak. Untuk kami sih dengan senang hati membahasnya. Apabila itu baik buat semuanya, kenapa tidak?," ujar Menhub, menjawab Kompas.com, Senin .Baca juga: Begini Makna Filosofis Arsitektur Vernakular Gedung MPR dan MA di IKNSaat dikonfirmasi mengenai status dokumen perencanaan, Menhub secara eksplisit menyatakan bahwa proposal belum ada di meja Kementerian Perhubungan (Kemenhub).Demikian halnya dengan kelayakan (feasibility) proyek tersebut, Menhub memilih untuk bersikap pragmatis."Kita lihat niatnya dulu, hitungannya bagaimana. Kita harus kaji dulu (analisis mendalam) hitungannya," tambahnya.Wacana kereta lintas negara ini bukan lahir dari ruang hampa. Ada dua motor utama di balik gagasan ini.Pertama, Brunergy Utama yang merupakan perusahaan infrastruktur asal Brunei Darussalam. Mereka telah mempresentasikan visi bernama Trans-Borneo Railway.Baca juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Lalin Tol Balsam Naik 8,4 PersenProposal mereka membayangkan jalur sepanjang 1.620 kilometer yang menghubungkan sisi barat Pontianak, Kalimantan Barat hingga sisi timur (IKN dan Samarinda), melewati wilayah Brunei dan negara bagian Malaysia, Sarawak dan Sabah.Kedua, Kementerian Pengangkutan Sarawak melalui Menteri Transportasi Sarawak, Dato Sri Lee Kim Shin, secara konsisten mendorong konektivitas lintas batas.Bagi Sarawak, jalur kereta menuju IKN adalah peluang ekonomi emas untuk integrasi logistik dan pariwisata di seluruh Pulau Kalimantan.


(prf/ega)