Turkiye Gagalkan Teror Natal, 115 Anggota ISIS Diringkus di Istanbul

2026-02-04 04:43:07
Turkiye Gagalkan Teror Natal, 115 Anggota ISIS Diringkus di Istanbul
ISTANBUL, - Aparat keamanan Turkiye menangkap 115 orang yang diduga terkait kelompok teror ISIS.Mereka ditangkap karena karena dicurigai merencanakan serangan menjelang perayaan akhir tahun, kata Kantor Kejaksaan Agung Istanbul, Kamis .Penangkapan tersebut dilakukan setelah aparat menerima informasi intelijen mengenai rencana serangan kelompok ISIS saat perayaan Natal dan Tahun Baru di sejumlah wilayah.Baca juga: Diduga Campurkan Ganja dalam Permen Natal Siswa TK, Wali Murid Ditangkap"Berdasarkan informasi intelijen, organisasi teroris ISIS merencanakan serangan selama perayaan Natal dan Tahun Baru," ujar Kejaksaan Agung Istanbul.Berdasarkan informasi tersebut, kantor kejaksaan lantas memerintahkan penahanan terhadap 137 orang, sebagaimana dilansir AFP.Dari jumlah tersebut, sebanyak 115 orang telah resmi ditangkap, sementara sisanya masih dalam proses hukum lebih lanjut.Operasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan keamanan menjelang libur akhir tahun.Biasanya, akhir tahun di Turkiye diwarnai peningkatan aktivitas publik dan keramaian di kota-kota besar, termasuk Istanbul.Baca juga: Melihat Suka Cita Perayaan Natal di Palestina Setelah Dua Tahun Absen...Turkiye diketahui berbatasan langsung dengan Suriah sepanjang sekitar 900 kilometer.Suriah sendiri hingga kini masih menjadi tempat aktifnya kelompok-kelompok teroris bersenjata.Pada pertengahan Desember lalu, kelompok ISIS juga dituduh berada di balik serangan di Suriah yang menewaskan dua tentara AS dan satu warga sipil, sehingga meningkatkan kewaspadaan keamanan di kawasan tersebut.Pihak berwenang Turkiye menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan langkah pengamanan dan operasi intelijen guna mencegah potensi serangan teror, terutama pada momentum perayaan besar yang melibatkan banyak warga.Baca juga: Ketika Pohon Natal di Betlehem Kembali Menyala...


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-04 03:07