Kopdes Merah Putih Terdampak Banjir Sumatera, Menkop Kirim Tim

2026-02-08 14:15:31
Kopdes Merah Putih Terdampak Banjir Sumatera, Menkop Kirim Tim
JAKARTA, - Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan mengirim tim Project Management Office (PMO) dan tenaga ahli atau asisten bisnis ke Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) untuk menginventarisasi permasalahan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang terdampak banjir.Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengakui bahwa bencana banjir turut berdampak pada infrastruktur serta sumber daya Kopdes di tiga provinsi tersebut.Untuk memulihkan masing-masing unit koperasi, Kemenkop terlebih dahulu akan melakukan pendataan dan inventarisasi masalah secara langsung di lapangan.Baca juga: Dana Desa Belum Cair di Sejumlah Daerah, Menkeu Purbaya: Ditahan untuk Kopdes Merah Putih“Kalau kita memang akan menempatkan posko di tiga daerah yang terkena bencana tersebut. Terus kemudian nanti petugas-petugas kami, baik dari Dinas pun dari tenaga bisnis asisten dan dari PMO yang kita perbantukan sebagai volunteers, itu nanti akan membantu memecahkan masalah-masalah yang ada di sana,” ujar Ferry saat seremoni penyerahan bantuan peduli bencana Sumatera, Jakarta Selatan, Selasa .Namun demikian, Menkop belum dapat memastikan jumlah Kopdes Merah Putih yang terdampak banjir di ketiga provinsi tersebut.Berdasarkan data Dinas Koperasi Aceh, hingga Juni 2025 tercatat sebanyak 6.495 desa di Aceh telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih.Sementara itu, Dinas Koperasi Sumatera Barat mencatat hingga September 2025 terdapat 1.265 unit Kopdes yang telah terbentuk dan sebelumnya ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober lalu.Adapun data dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan sebanyak 6.110 Kopdes Merah Putih telah dibentuk hingga Juni 2025.Saat ini, Kementerian Koperasi masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh data terbaru mengenai jumlah Kopdes yang terdampak bencana banjir.Ferry menegaskan bahwa fokus utama kementerian saat ini adalah pemulihan koperasi di wilayah terdampak.“Karena ini juga kita harus memprioritaskan fokus perhatian kita terhadap pemulihan-pemulihan yang di sana. Dan mungkin setahun ini nanti baru kita mengimplementasikan,” paparnya.Kemenkop Salurkan Bantuan Rp 1,6 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera.Kemenkop menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Bantuan yang dilepas langsung oleh Ferry Juliantono tersebut berupa barang kebutuhan dasar dan uang tunai.Bantuan ini dihimpun melalui sumbangan karyawan Kementerian Koperasi serta dukungan dari mitra dan gerakan koperasi di seluruh Indonesia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-08 12:25