Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat seiring memasuki musim hujan. Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Dr. Eng. Mirzam Abdurrachman, menyatakan faktor cuaca berperan besar dalam memperkuat tekanan erupsi di gunung tertinggi di Jawa tersebut.Menurut Mirzam, curah hujan tinggi dapat memicu letusan freatik ketika air meresap ke zona panas di puncak Semeru.“Air yang masuk itu akan terpanaskan, berubah menjadi uap, menambah tekanan, dan kemudian letusan terjadi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa .AdvertisementIa menambahkan, hujan juga mengikis lapisan abu yang selama ini menjadi penahan tekanan dari bawah. Kondisi itu membuat akumulasi gas dan energi lebih mudah terlepas.Selain bahaya letusan, Mirzam menegaskan musim hujan meningkatkan risiko aliran lahar. Ia menyebut lahar sebagai ancaman terbesar pada periode basah karena material vulkanik yang bercampur air dapat melaju cepat di sepanjang sungai.“Yang paling berbahaya adalah bagian sungai yang berkelok. Lahar kental tidak bisa bermanuver saat menghadapi tikungan,” tuturnya.Di sisi lain, Gunung Semeru tercatat pernah mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur hingga 15,5 kilometer ke arah tenggara. Wilayah tersebut, termasuk zona bantaran sungai, diminta tetap waspada karena potensi aliran lahar dan sebaran abu sangat dipengaruhi arah angin.
(prf/ega)
Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Ternyata Meningkat saat Hujan, Begini Penjelasan Pakar ITB
2026-01-11 04:05:44
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:45
| 2026-01-11 02:30
| 2026-01-11 01:42
| 2026-01-11 01:35
| 2026-01-11 01:30










































