BORONG, - Bantuan smartboard atau interactive flat panel (IFP) tiba di SD Inpres Compang Ngeles yang berada di Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).Kepala Sekolah SDI Compang Ngeles, Viktor Nasus menceritakan, perangkat layar interaktif digital seharga puluhan juta rupiah itu harus dipikul bergantian oleh guru dan orang tua murid sejauh 500 meter melalui jalan setapak berbatu dan berbukit."Beratnya 56 kilogram untuk LCD-nya, ditambah 23 kilogram aksesoris. Kami pikul bergantian dari Kampung Compang sampai ke sekolah. Kendaraan roda dua apalagi roda empat sama sekali tidak bisa masuk," kata Viktor melalui pesan singkat, Selasa .Memikul perangkat layar interaktif digital itu juga bukan hal yang mudah. Sebab, jalan yang harus dilalui menuju sekolah cukup sempit, berbatu, dikelilingi semak belukar lebat, dan licin saat hujan.Baca juga: Prabowo Targetkan 288.000 Sekolah Terima Smartboard: Tak Boleh Ada Satu Desa TertinggalSayangnya perjuangan membawa smartboard tersebut tidak sebanding dengan harapan yang dijanjikan pemerintah.Sebab, smartboard yang seharusnya menjadi alat pembelajaran modern tersebut tidak bisa digunakan lantaran SDI Compang tidak terhubung dengan jaringan internet.Ditambah lagi, listrik di sekolah tersebut sering hidup mati.Bahkan, Viktor menceritakan, masalah jaringan seluler menjadi mimpi buruk bagi siswa SDI Compang.Untuk mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) atau simulasi ujian online, siswa kelas VI terpaksa mendaki tebing dan bukit mencari sinyal, atau berjalan jauh ke SMA Negeri 1 Elar untuk meminjam ruang dan komputer.“Kami sering ke tebing-tebing cari sinyal. Kalau ANBK ya terpaksa ke SMA 1 Elar, pinjam ruangan dan perangkat mereka. Di sekolah kami belum ada komputer sama sekali,” ujar Viktor.Gedung sekolah yang dibangun tahun 1999 juga sudah memprihatinkan karena dindingnya retak, plester mengelupas, dan atap bocor di beberapa titik.Baca juga: Janji Prabowo Pakai Uang Koruptor buat Rakyat: Danai LPDP, Utang Whoosh, hingga SmartboardDi tengah segala keterbatasan, Viktor mengatakan, guru dan siswa tetap menyambut gembira kedatangan smartboard tersebut.“Terima kasih banyak kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah mengirim Smart TV sampai ke pelosok. Di era digital seperti sekarang, bantuan ini sangat berarti buat kami,” kata Viktor.Senyum lebar juga terpancar dari wajah Myscha, salah satu siswi kelas VI.“Terima kasih ya Pak Presiden Prabowo. Senang sekali akhirnya kami punya TV pintar di sekolah. Semoga bisa cepat dipakai belajar,” katanya malu-malu.Baca juga: Prabowo Janji Setiap Kelas di Sekolah Bakal Dapat SmartboardNamun, Viktor Nasus berharap pemerintah tidak berhenti pada memberikan bantuan smartboard saja.Sebab, banyak desa di pelosok yang sangat membutuhkan bantuan perbaikan gedung sekolah hingga pengadaan jaringan internet.“Kami sangat berterima kasih, tapi mohon juga diperhatikan akses jalan, jaringan internet, perbaikan gedung sekolah, dan fasilitas lainnya di kecamatan kami. Supaya anak-anak bisa belajar dengan layak,” katanya.Baca juga: Di Depan Prabowo, Mendikdasmen Klaim Sudah Kirim 172.550 Smartboard ke Sekolah-sekolah
(prf/ega)
Ironi Bantuan Smartboard: Lelah Dipikul, Tak Ada Internet di SD Terpencil Manggarai Timur
2026-01-12 07:37:37
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:25
| 2026-01-12 07:18
| 2026-01-12 07:15
| 2026-01-12 06:12










































