Pembukaan SEA Games 2025 Thailand Dibayangi Eror Panitia dan Perang

2026-02-01 18:13:55
Pembukaan SEA Games 2025 Thailand Dibayangi Eror Panitia dan Perang
BANGKOK, - Pembukaan pesta olahraga Asia Tenggara atau SEA Games di Thailand, Selasa , dibayangi sejumlah insiden seperti kesalahan panitia, banjir parah, dan perang melawan Kamboja.Ajang olahraga dua tahunan ini akan berlangsung hingga 20 Desember. Ribuan atlet dari 11 negara Asia Tenggara bertanding dalam berbagai cabang olahraga (cabor).Selain di Bangkok, sejumlah laga SEA Games juga digelar di Provinsi Chonburi.Baca juga: Banjir Lumpuhkan Thailand Selatan, Lokasi SEA Games Harus PindahBeberapa atlet kelas dunia turut ambil bagian, di antaranya peraih medali emas Olimpiade dari Filipina, Hidilyn Diaz, serta lifter muda Indonesia, Rizki Juniansyah.Tuan rumah menurunkan pebulu tangkis andalannya, Kunlavut Vitidsarn, yang merupakan peraih medali perak dunia.Namun, kemeriahan pesta olahraga ini dibayangi sejumlah insiden dan kontroversi yang mencoreng penyelenggaraan.Sebelum upacara pembukaan digelar di Stadion Nasional Rajamangala, sejumlah insiden terjadi.Salah satunya saat pertandingan sepak bola putra Vietnam vs Laos pekan lalu, lagu kebangsaan tidak diputar karena gangguan sistem audio.Akibatnya, para pemain dan pelatih menyanyikan lagu kebangsaan tanpa iringan musik.Kepala Otoritas Olahraga Thailand selaku panitia penyelenggara menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.Ada juga kesalahan teknis mengenai pemasangan bendera negara.SEA Games 2025 via Tuoitre Dalam situs resmi SEA Games 2025, panitia salah memasang gambar bendera Indonesia menjadi bendera Laos dan bendera Thailand menjadi bendera Vietnam.Di cabor futsal dan sepak bola putri, Indonesia dipasangi bendera Laos, sedangkan Thailand diberi bendera Vietnam di situs web resmi.Kesalahan ini membuat bingung jurnalis dan penggemar olahraga, serta menambah tekanan pada panitia, tulis media Thailand Matichon.Insiden lainnya terjadi ketika tim nasional Thailand bertanding melawan Timor Leste. Stadion terlihat kosong karena boikot dari suporter tuan rumah.Mereka memprotes kebijakan tiket yang mewajibkan registrasi menggunakan kartu identitas alias KTP, serta kekhawatiran terkait alokasi tempat duduk.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-01 17:34