– Di tengah gencarnya isu perubahan iklim, banjir, hingga pembangunan kota pintar, kemampuan membaca peta menjadi semakin relevan.Banyak yang belum menyadari bahwa peta tidak hanya satu jenis, ada peta tematik, peta fisik, peta statistik, hingga peta digital yang setiap hari kita gunakan tanpa disadari.Memahami jenis-jenis peta berdasarkan isi, bentuk, dan skalanya membantu kita melihat dunia dengan lebih akurat, sekaligus memahami bagaimana informasi geografis bekerja di balik layar.Artikel ini merangkum berbagai jenis peta lengkap dengan contoh agar mudah dipelajari siswa maupun pembaca umum.Baca juga: 3 Jenis Simbol Peta: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya LengkapSkala peta merefleksikan perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan, yang menentukan tingkat kedetilan informasi yang disajikan. Berikut jenis-jenisnya: Jenis peta ini memiliki skala antara 1:100 hingga 1:5.000. Peta kadaster dikenal sangat rinci dan biasanya digunakan untuk menggambarkan luas tanah maupun sertifikat tanah, menjadikannya krusial untuk keperluan hukum dan pertanahan.Skalanya berada di rentang 1:5.000 hingga 1:250.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif sempit namun dengan detail yang baik, seperti peta kelurahan, desa, kecamatan, dan kota.Memiliki skala antara 1:250.001 sampai 1:500.000. Cakupan wilayah yang digambarkan cukup luas, termasuk provinsi, pulau, dan sebagainya.Skalanya antara 1:500.001 sampai 1:1.000.000. Daerah yang digambar pun cukup luas, misalnya mencakup satu negara.Jenis peta ini memiliki skala yang lebih kecil dari 1:1.000.000. Karena skalanya yang sangat kecil, cakupan wilayahnya sangat luas, seperti peta benua dan peta dunia.Baca juga: Teleskop James Webb Ungkap Peta Alam Semesta Terbesar Sepanjang SejarahKlasifikasi ini didasarkan pada fokus atau tema informasi geografis yang ditampilkan pada peta. Berikut jenis-jenis peta berdasarkan isi: Peta umum adalah peta yang menggambarkan penampakan segala hal (fitur alamiah dan budaya) yang ada di permukaan bumi di satu wilayah secara umum. Peta umum dibedakan menjadi:Peta khusus adalah peta yang menggambarkan penampakan dengan fokus tertentu, menonjolkan satu atau beberapa aspek spesifik. Contoh-contoh aplikatif dari peta tematik meliputi:Baca juga: 10 Komponen Peta dan PenjelasannyaPembagian ini mengacu pada format visualisasi atau tampilan fisik peta, sebagai berikut: Peta datar sering juga disebut dengan peta planimetri. Peta datar adalah peta dua dimensi (2D) yang permukaannya berbentuk datar. Gambar pada peta ini hanya dibedakan menggunakan warna dan simbol untuk merepresentasikan objek dan perbedaan elevasi.Peta timbul adalah peta yang permukaannya berbentuk tiga dimensi (3D). Peta timbul disebut juga dengan peta stereometri.Karena bentuknya yang tiga dimensi, pembuatannya bertujuan agar gambarannya mirip dengan keadaan permukaan bumi yang sebenarnya.Contoh, jika petanya menggambarkan daerah pegunungan, maka bentuknya akan menjulang layaknya gunung-gunung.Peta digital adalah peta hasil pengolahan data digital yang tersimpan dalam komputer. Peta ini dapat diakses dan diolah secara interaktif.Contoh nyata dari peta digital yang banyak digunakan masyarakat adalah Google Maps dan peta-peta yang berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG).Informasi mengenai klasifikasi peta ini menegaskan bahwa setiap jenis peta diciptakan dengan tujuan, detail, dan cara penyajian yang berbeda, menjadikannya alat yang serbaguna untuk berbagai keperluan studi geografis dan praktis.Baca juga: 2 Garis Koordinat dalam Peta: Garis Lintang dan Garis Bujur Referensi:
(prf/ega)
Jenis-Jenis Peta Berdasarkan Isi, Bentuk, Skala dan Contohnya
2026-01-12 04:36:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:06
| 2026-01-12 02:54
| 2026-01-12 02:22
| 2026-01-12 02:02
| 2026-01-12 01:56










































