Kilang Pertamina Kembangkan Energi Rendah Karbon Lewat Biofuel dan Green Refinery

2026-01-16 02:10:58
Kilang Pertamina Kembangkan Energi Rendah Karbon Lewat Biofuel dan Green Refinery
JAKARTA, — PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memacu pengembangan energi rendah karbon melalui biofuel dan Green Refinery sebagai strategi transisi energi serta penguatan ketahanan energi nasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan ganda, yakni memaksimalkan bisnis eksisting dan membangun bisnis rendah karbon.Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Harian Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis KPI Prayitno saat acara Brunchtalk Kilang Pertamina Untuk Indonesia: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Hilirisasi, Transisi dan Ketahanan Energi di Jakarta, Rabu .“Strategi memaksimalkan bisnis eksisting dilakukan dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas kilang. KPI juga membangun bisnis low carbon dengan mengembangkan Green Refinery dan produk berbahan baku nabati (biofuel),” kata Prayitno, melalui keterangannya, Rabu .Baca juga: Prabowo Bakal Resmikan Kilang Raksasa Pertamina Balikpapan di Desember Menurut dia, implementasi biofuel dijalankan melalui dua pendekatan.Pertama, co-processing, yaitu pencampuran bahan baku nabati dengan bahan fosil di kilang eksisting, yang memungkinkan produksi Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) 2,4 persen berbahan minyak inti kelapa sawit atau Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil.Kedua, conversion, yakni pemrosesan bahan baku nabati 100 persen menjadi bahan bakar, termasuk produksi biodiesel Hydrotreated Vegetable Oil atau Pertamina Renewable Diesel (RD).KPI juga mengembangkan Green Refinery yang mengolah limbah nabati seperti minyak jelantah pada Kilang Cilacap dan akan diperluas ke Kilang Dumai serta Balongan.“Minyak jelantah bisa menciptakan added value. Kami sedang menyiapkan unit produksi baru di Kilang Cilacap untuk produksi SAF, pasarnya bisa dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Prayitno.Baca juga: Penerbangan Perdana SAF Pertamina, Tonggak Baru Energi Hijau IndonesiaKilang Cilacap sebelumnya telah melakukan pengiriman perdana SAF berbahan baku minyak jelantah untuk penerbangan Pelita Air Services rute Jakarta–Denpasar pada pertengahan Agustus 2025 dengan suplai sekitar 32 kilo liter.Produk tersebut telah memenuhi standar internasional ASTM D1655 dan DefStan 91-091 serta menjadi SAF bersertifikat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.Untuk tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan 9 metric barrel dengan komposisi 2–3 persen minyak jelantah. Teknologi produksi menggunakan Co-Processing UCO dengan Katalis Merah Putih yang dibuat di dalam negeri.Prayitno menambahkan, langkah transisi energi ini turut menciptakan multiplier effect seperti pembukaan lapangan kerja, peningkatan produksi, dan nilai tambah domestik.“Upaya ini mendorong transformasi ekonomi berbasis sektor strategis, termasuk energi dan mineral, sekaligus mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan,” katanya.Baca juga: Lalui Uji Ketat, Kilang Pertamina Pastikan Produk BBM Penuhi Spesifikasi Standar


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-16 00:51