Perjuangan Rahmat 7 Jam Tembus Banjir di Aceh demi Sekarung Beras: Kalau Tak Turun, Kami Kelaparan

2026-01-15 05:51:51
Perjuangan Rahmat 7 Jam Tembus Banjir di Aceh demi Sekarung Beras: Kalau Tak Turun, Kami Kelaparan
ACEH UTARA, – Rahmat (45), warga Desa Sejudo dan Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Utara, pada Minggu , akhirnya tiba di pendopo Bupati Aceh Timur di Idi, Aceh Timur.Rahmat menerabas banjir dan longsor agar bisa mengakses bahan makanan dengan berjalan kaki, sepeda motor, dan menumpang mobil perusahaan di pedalaman kabupaten itu.Butuh waktu tujuh jam baginya untuk menuju ibu kota kabupaten.Dia menyebutkan bahwa selama dua jam, dia harus berjalan kaki karena longsor dan tidak bisa dilewati kendaraan.Baca juga: Korban Banjir Aceh Singkil Kekurangan Logistik"Kalau tidak turun, kami kelaparan," ucapnya.Dia pun membawa satu karung beras berisi 50 kilogram dan bahan makanan lainnya yang bisa dibawa dengan sepeda motor.Dia menceritakan bahwa selama enam hari mereka bertahan di area pegunungan.Saat hendak turun, jalanan tertimbun longsor sehingga tidak bisa dilalui."Kami kekurangan air minum, beras, bahan pangan lain, dan pakaian," katanya.Baca juga: Banjir Aceh Utara, Ratusan Sekolah Rusak, Terpaksa DiliburkanSementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyebutkan bahwa kawasan itu belum bisa diakses.Namun, dirinya sedang mencari cara agar mendistribusikan bahan makanan lewat helikopter."Kami turunkan saja bahan makanannya, daripada kelaparan. Kami turunkan minimal roti dan lain sebagainya agar jangan kelaparan," kata Iskandar.Malam itu juga, Rahmat pulang ke kampung halamannya.Tim gabungan mengantar Rahmat hingga batas yang bisa dilewati kendaraan.Seterusnya, Rahmat akan berjalan kaki selama dua jam dan mengendarai motornya yang disimpan di kawasan hutan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 05:44