4 Titik Jalan Aceh Utara-Bener Meriah Dibuka Lagi Usai Longsor

2026-02-03 09:38:54
4 Titik Jalan Aceh Utara-Bener Meriah Dibuka Lagi Usai Longsor
Tim gabungan pemerintah daerah melakukan operasi pembukaan jalur darat di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Pembukaan jalur darat dengan membersihkan jalan yang tertimbun longsor.Berdasarkan keterangan BNPB, Selasa (2/12/2025), tim gabungan membersihkan 4 titik longsor di ruas jalan KKA-Bener Meriah, Senin (1/12). Lokasi ini letaknya persis kawasan Gunung Salak, mencapai Km 31."Proses pembersihan menggunakan tiga alat berat milik dinas PUPR. Untuk mempercepat pengerjaan, rencananya dinas PUPR akan mendatangkan satu loader agar pekerjaan lebih efisien," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.Sebagai informasi, Gunung Salak merupakan jalur yang menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah. Sejak banjir-longsor terjadi, jalur ini tertimbun longsor yang menutup akses jalan, menghambat mobilitas masyarakat, dan distribusi logistik."Saat ini, tim PUPR Bener Meriah bersama Tim PUPR Provinsi Aceh terus melakukan pengerjaan tanpa henti, siang dan malam, untuk membuka seluruh titik longsor yang tersisa. Upaya percepatan ini menjadi prioritas pemerintah daerah guna memastikan konektivitas Aceh Utara-Bener Meriah," imbuhnya.BNPB sebelumnya mengatakan adanya empat kabupaten di Aceh yang masih terisolir setelah terdampak banjir bandang. Akses bantuan masih sulit menjangkau keempat wilayah itu akibat jalan yang terputus."Daerah yang masih sulit dijangkau/terisolir akibat putusnya akses jalan dan jembatan adalah Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Singkil," kata Kepala BNPB Suharyanto saat dihubungi, Selasa (2/12).Simak juga Video Prabowo Janji Perbaiki Jembatan Rusak di Aceh: Kita Punya Anggaran[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 08:16