Mengapa AI Bisa Menghambat Kenaikan Karier bagi Banyak Pekerja Muda

2026-01-31 09:11:53
Mengapa AI Bisa Menghambat Kenaikan Karier bagi Banyak Pekerja Muda
JAKARTA, - Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, mulai menggantikan banyak pekerjaan level pemula dengan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). Pakar ketenagakerjaan dan AI menilai, fenomena ini bisa akan mengubah jalur tradisional pengembangan karier bagi para pekerja muda di sektor white collar.Selama ini, fresh graduate biasanya memulai karier dengan pekerjaan dasar seperti riset, input data, atau tugas administratif lain. Dari pengalaman tersebut, mereka membangun keterampilan secara bertahap sambil belajar dari senior, hingga naik ke posisi ahli atau manajerial.Biasanya, mereka yang baru masuk pasar kerja melakukan pekerjaan dasar dengan risiko yang relatif rendah — seperti riset atau entri data. Mereka membangun keterampilan selama bertahun-tahun saat bekerja bersama rekan yang lebih berpengalaman, hingga akhirnya menjadi ahli dan naik ke posisi manajerial.Baca juga: Fokus Investasi ke AI, Amazon PHK 14.000 Karyawan"Pendekatan “ahli–pemula” dalam membangun keterampilan ini telah ada selama 160.000 tahun," kata Matt Beane, penulis “The Skill Code: How to Save Human Ability in an Age of Intelligent Machines” dan profesor di University of California, Santa Barbara, seperti dikutip dari CNBC. Jumat .Namun, menurut Beane, ekonomi saat ini sudah tidak berinvestasi pada hubungan ahli–pemula seperti dulu. Perusahaan mengurangi posisi entry-level dan menggantikannya dengan AI untuk meningkatkan efisiensi, memangkas biaya, dan meningkatkan keuntungan.Sebuah laporan yang dulu memerlukan lima orang selama satu minggu kini bisa dikerjakan hanya dalam satu jam dengan bantuan AI. Hal ini sebut dia, merupakan nilai tambah yang disukai perusahaan dan pelanggan.“Artinya secara praktis, analis junior, banker junior, atau pendidik junior tidak lagi mendapat kesempatan terlibat dalam pekerjaan itu karena mereka dianggap opsional,” kata Beane.Akibatnya, promosi menjadi semakin sulit — dinamika yang menurut para ahli dapat menimbulkan masalah bagi perusahaan dan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan.Analisis terbaru Revelio Labs melaporkan, posting lowongan untuk pekerjaan entry-level di AS anjlok 35 persen dari Januari 2023 hingga Juni 2025."AI bukan satu-satunya penyebab penurunan tersebut, tetapi menjadi kontributor utama, terutama untuk pekerjaan pemula yang sangat terekspos otomatisasi AI," tulis Lisa Simon, Kepala Ekonom Revelio.Pekerjaan itu meliputi data engineer, software developer, customer service, compliance, penasihat keuangan, dan analis risiko.“Pekerjaan di awal karier adalah roda bantu untuk memulai sebuah karier,” kata Alison Lands, Wakil Presiden Employer Mobilization di Jobs for the Future.“Data menunjukkan bahwa AI mengganggu tangga karier tradisional yang selama ini kita kenal,” tambahnya.Beberapa perusahaan yang telah mengumumkan pengurangan karyawan karena AI tahun ini termasuk Klarna, Duolingo, dan Salesforce."Ketika AI mampu mengerjakan sebagian besar tugas dalam suatu pekerjaan, jumlah pekerja manusia dalam posisi tersebut turun sekitar 14 persen," sebut studi tahun 2025 yang dilakukan oleh peneliti MIT, Northwestern University, dan Yale University.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-31 09:01