Tim Tanggap Bencana Polda Metro Patroli Deteksi Pohon Tua Antisipasi Tumbang

2026-02-05 06:12:52
Tim Tanggap Bencana Polda Metro Patroli Deteksi Pohon Tua Antisipasi Tumbang
Cuaca ekstrem di Jakarta menyebabkan banyak pohon tumbang hingga menimbulkan korban jiwa. Jajaran Tim Tanggap Bencana Polda Metro Jaya akan menggelar patroli khusus untuk mendeteksi pohon tua di wilayah hukumnya."Kita akan sama-sama kolaborasi koordinasi yang intens dengan rekan-rekan instansi terkait, dari TNI, pemerintahan, BNPB, dari Basarnas segala macam. Kita bisa patroli bersama untuk mendeteksi potensi pohon-pohon yang sudah tua," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri kepada wartawan seusai apel tanggap bencana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu .Patroli dilakukan sekaligus untuk memetakan daerah rawan bencana di sejumlah daerah. Hasilnya akan ditindaklanjuti untuk membuat keputusan apakah dilakukan penebangan atau cara lain."Apakah nanti dari tata kota provinsi bisa melakukan penebangan-penebangan lebih awal terhadap pohon-pohon yang kita nilai mungkin akan terjadi tumbang pada saat terjadinya hujan besar," tegasnya.Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memimpin apel kesiapan tanggap darurat bencana di Lapangan Presisi, Jakarta Selatan hari ini. Dia berpesan kepada jajarannya agar mengedepankan kecepatan dalam merespons bencana di berbagai wilayah.Hal ini disampaikan Asep saat membacakan amanat dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pihaknya ingin memastikan kesiapan seluruh pihak menghadapi potensi bencana di wilayah Jakarta terutama di tengah cuaca ekstrem saat ini."Kedepankan kecepatan dan ketepatan respon dalam tanggap darurat bencana mulai dari evakuasi, penyaluran bantuan, pemberian trauma healing, hingga percepatan pemulihan dan rehabilitasi infrastruktur," kata Asep.Selain itu, dia berpesan kepada jajarannya untuk melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana. Upaya agar dilakukan berkelanjutan dengan kolaborasi dengan BMKG serta pihak terkait lainnya.Lihat juga Video: Cuaca Ekstrem, BNPB Minta Pemda Cek Pohon-Papan Reklame[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-05 05:35