Fenomena Supermoon dan Curah Hujan Disebut Berpotensi Ganggu Aktivitas di Pelabuhan Merak–Bakauheni

2026-01-15 11:44:12
Fenomena Supermoon dan Curah Hujan Disebut Berpotensi Ganggu Aktivitas di Pelabuhan Merak–Bakauheni
Jakarta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memandang adanya fenomena super moon dan curah hujan tinggi pada awal dan akhir Desember 2025, berpotensi menganggu operasional bongkar muat dan pelayaran di Pelabuhan Merak-Bakauheni.Hal ini dikarenakan ada potensi peningkatan tinggi muka air laut maksimum di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Sehingga perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan di sana."Kalau kita bilang maksimum, pasti akan ada dampaknya, pasti akan ada dampak untuk bongkar muat," jelas Kepala Kelompok Kerja Data dan Informasi BMKG Merak Trian Asmarahadi, seperti dilansir dari Antara, Selasa .AdvertisementUntuk meminimalkan risiko, kata dia, BMKG telah menyiapkan pos pemantauan cuaca Nataru di sejumlah dermaga bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak, yang akan bekerja secara real time untuk memonitor gelombang pasang dan perubahan dinamika laut.Menurutnya, informasi cuaca jangka pendek menjadi kunci agar pengelola pelabuhan dapat menyesuaikan jadwal bongkar muat maupun keberangkatan kapal."Jadi kami terus menginformasikan kepada pihak KSOP, kami menginformasikan potensi-potensi cuaca, apabila ada cuaca buruk, untuk satu jam ke depan atau tiga jam ke depan," ungkap Trian.Tak hanya itu, pihaknya juga meminta masyarakat yang berencana melakukan perjalanan laut agar tak mengabaikan kondisi cuaca, terlebih saat puncak arus mudik dan balik Nataru."Dan masyarakat tidak perlu khawatir berlebih. Apabila ada cuaca buruk, kami akan informasikan dan KSOP akan bertindak untuk mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang pada saat Nataru," kata Trian.  


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-15 16:36