Jaringan Peretas CCTV India Terbongkar, Ratusan Rekaman Sensitif Dijual di Telegram

2026-01-12 05:41:50
Jaringan Peretas CCTV India Terbongkar, Ratusan Rekaman Sensitif Dijual di Telegram
- Polisi di Gujarat, India mengungkap jaringan peretas yang menyusupi ratusan CCTV ruang bersalin rumah sakit, sekolah, kantor, hingga kamar pribadi di wilayah.Rekaman sensitif yang dicuri kemudian dijual melalui Telegram dengan harga murah dan beredar luas selama berbulan-bulan.Kasus ini kini dianggap sebagai salah satu pelanggaran privasi besar yang pernah terungkap di negara tersebut.Baca juga: Satu-satunya Gajah di Delhi India Mati, Ternyata akibat Virus Langka dari TikusMenurut Pejabat Tinggi Departemen Kejahatan Dunia Maya Gujarat, Hardik Makadiya, rekaman dijual seharga 800 hingga 2.000 rupee (sekitar Rp 151.000-Rp 377.000) melalui saluran Telegram yang juga menawarkan akses CCTV langsung.Penyelidikan menemukan puluhan ribu klip dicuri dari ruang sensitif, termasuk di bangsal ginekologi di rumah sakit Rajkot, dikutip dari The Economic Time, Selasa .Video bahkan muncul sebagai cuplikan di YouTube sebelum diarahkan ke grup Telegram yang menjual konten lengkap.Polisi telah menangkap delapan orang dari Maharashtra, Uttar Pradesh, Gujarat, Delhi, dan Uttarakhand sejak Februari.Baca juga: Ibu di India Sewa Band untuk Bangunkan Anaknya yang Susah Bangun PagiPengacara tiga terdakwa, Yash Koshti membantah tuduhan tersebut dan menyebut kliennya bukan pelaku peretasan.Penyelidik Ritesh Bhatia menjelaskan, banyak CCTV mudah dibobol karena masih menggunakan kata sandi bawaan."Begitu sistem terhubung ke situs, mudah bagi peretas untuk memecahkan kode alamat IP dan kata sandi default-nya," tutur Bhatia.Makadiya menambahkan, sebagian besar kamera diretas karena memakai password seperti “Admin123”.Para peretas menggunakan metode brute force untuk menembus sistem dan mengakses video secara langsung.Baca juga: Ingat Viswashkumar Ramesh Satu-satunya Penumpang Air India yang Selamat? Ini Nasibnya KiniKasus ini semakin rumit karena rekaman diambil dari ruang yang seharusnya aman bagi pasien.Direktur salah satu rumah sakit mengatakan, kamera sebenarnya dipasang untuk melindungi staf medis dari tuduhan palsu.Ia menegaskan, kamera telah dicabut dari area sensitif setelah insiden terungkap.


(prf/ega)