- Beberapa warga Banda Aceh, Provinsi Aceh, mengeluhkan kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang terjadi akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.Salah seorang warga Banda Aceh, Zulfah (29), mengatakan LPG biasanya dijual di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Namun, dalam beberapa pekan terakhir, stok gas di SPBU sangat terbatas.Ia juga menunjukkan kondisi antrean LPG di Jalan Jenderal Soedirman, Banda Aceh.Dalam foto yang ia bagian, warga tampak meninggalkan tabung gas untuk antre demi mendapatkan stok LPG yang masih tersisa.“Minggu lalu aku cari gas untuk tabung yang kosong, sampai hari ini belum dapat. Tadi pagi gas yang kedua abis. Hari ini aku ikut antrean gas 5,5 (kg) ada sekitar 300 tabung yang antre. Kuotanya cuma 50 (tabung),” ujar Zulfah kepada Kompas.com, Sabtu .“Yang gas 12 kg tadi lumayan banyak, 400 tabung lebih ada kayaknya yang terdistribusi, tapi antreannya sekitar 1.000 tabung,” tambahnya.Baca juga: Aceh Minta Bantuan PBB Pascabencana Banjir-Longsor: Harap UNDP dan UNICEF Turun TanganZulfah mengatakan, ia sempat mencoba membeli gas LPG tabung 12 kg, namun antrean pembeli sudah mencapai 900 hingga 1.000 orang.Ia juga berusaha membeli gas LPG sampai ke minimarket dan pangkalan-pangkalan besar, tapi hasilnya nihil.“Itu pun udah ngantre belum tentu dapat. Gas itu bermalam di halaman sekitar, karena stoknya terbatas,” ungkap Zulfah.“Semua orang di sini udah muak kali sama lambatnya penanganan,” tambahnya.Baca juga: Melahirkan di Atas Perahu Saat Banjir Aceh, Kisah Dramatis Bidan Selamatkan Ibu dan BayiNur sempat mendapatkan satu tabung gas di tengah kelangkaan yang terjadi.Namun, ia hanya mendapatkan LPG tabung lama berwarna biru, padahal sebelumnya memakai Bright Gas tabung pink.“Makanan yang dijual di rumah makan dan warung-warung, rata-rata naik harganya, naik Rp 3.000. Rp 4.00, Rp 5.000, dan Rp 6.000, bahkan ada yang lebih,” ujar Nur dalam keterangannya kepada Kompas.com, Senin .“Saya disampaikan sama orang jual nasi, dia beli isi tabung gas Rp 300.000 dari biasanya Rp 195.000 hingga Rp 200.000. Ada juga yang beli sampai Rp 370.000,” tambahnya.Nur mengungkapkan, di tengah kelangkaan gas di Banda Aceh, beberapa tetangga di sekitar rumahnya ada yang memasak menggunakan tungku dan kayu bakar.Baca juga: Pasca Banjir, RSUD Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Kembali dengan Layanan 24 Jam
(prf/ega)
Warga Banda Aceh Keluhkan Kelangkaan Gas, Pertamina Sebut Ada Kendala di Jalur Darat
2026-01-12 18:50:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 18:43
| 2026-01-12 18:08
| 2026-01-12 17:57
| 2026-01-12 17:30
| 2026-01-12 16:32










































