Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pemerintah pusat akan mengambil alih sejumlah penanganan bencana banjir bandang di beberapa kabupaten/kota di Aceh.Tito menilai langkah tersebut diperlukan karena terdapat daerah yang tidak mampu menangani dampak bencana secara mandiri."Misalnya ada kepala daerah yang menyatakan tidak sanggup? Ya gimana mau sanggup? Teman-teman wartawan tolong datang ke lokasi dan melihat sendiri,” kata Tito dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin .AdvertisementTito mencontohkan Kabupaten Aceh Tengah, termasuk wilayah Takengon, yang secara terbuka mengaku tidak mampu menangani situasi tanpa bantuan eksternal.Ia menilai kondisi tersebut bukan kelemahan, melainkan realitas yang harus dipahami secara objektif."Dia sendiri wilayahnya tertutup. Dia perlu dukungan pangan dari luar menggunakan pesawat. Dia nggak punya pesawat. Maka otomatis minta bantuan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat,” jelas mantan Kapolri itu.Menurut Tito, selain keterbatasan logistik, pemerintah daerah juga tidak memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan alat berat untuk memperbaiki jembatan maupun akses jalan yang rusak.Kondisi geografis yang terisolasi dari utara dan selatan membuat percepatan penanganan mustahil dilakukan sendiri."Jalan-jalannya betul-betul putus. Jadi tolong kalau melihat satu surat, jangan hanya melihat suratnya saja. Lihat kondisinya,” tegas Tito.
(prf/ega)
Daerah Tak Mampu Tangani Banjir, Tito Tegaskan Pusat Bergerak
2026-01-11 14:45:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:36
| 2026-01-11 15:19
| 2026-01-11 14:13
| 2026-01-11 13:46
| 2026-01-11 13:27










































