Perkuat Destinasi Budaya, Anjungan DKI Jakarta Ikut Parade Tari Nusantara

2026-02-05 02:37:24
Perkuat Destinasi Budaya, Anjungan DKI Jakarta Ikut Parade Tari Nusantara
Anjungan Provinsi DKI Jakarta turut ambil bagian dalam Lomba Parade Tari Nusantara ke-41 yang digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).Kepala Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata Triatin Permanik mengatakan kegiatan seperti ini dapat berlangsung secara berkala dan menjadi magnet daya tarik wisata budaya, tidak hanya bagi masyarakat Jakarta, tetapi juga wisatawan nusantara dan mancanegara."Partisipasi dalam ajang Parade Daerah Nusantara ini sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi wisata budaya yang dinamis, inklusif, dan berkelas dunia" ujar Triatin, dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengangkat, melestarikan, serta mempromosikan seni dan budaya Betawi kepada masyarakat luas. Kegiatan ini menghadirkan berbagai sanggar seni dari seluruh provinsi di Indonesia yang menampilkan rangkaian tari tradisional dan kreasi seni daerah masing-masing.Aksi para peserta memadukan gerak tari, iringan musik, serta kostum khas budaya daerah, sehingga menghadirkan suguhan atraksi budaya yang kaya warna serta memberikan energi positif bagi para pengunjung TMII.Dalam kesempatan tersebut, Anjungan dan Graha Wisata DKI Jakarta menampilkan pesona budaya Betawi sebagai identitas kuat Jakarta. Melalui parade Tari, para pelaku seni didorong untuk terus berkarya dan berinovasi, sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan bangga terhadap budaya Betawisebagai warisan budaya Jakarta.Pada perhelatan ini, Anjungan DKI Jakarta dengan penuh kebanggaan menampilkan karya tari kreasi baru bertajuk 'Ritus Leluhur: Kearifan Nusantara' dengan judul garapan 'Ritus Mangkeng'.Karya ini terinspirasi dari tradisi ritual masyarakat Betawi dalam rangkaian hajatan, yang sarat makna tentang keharmonisan manusia dan semesta. Disajikan dalam tiga suasana yaitu magis, penuh kegembiraan, hingga dinamis.Tarian ini memadukan gerak khas topeng Betawi seperti kewer dan selancar dengan sentuhan budaya urban. Didukung garapan profesional dari penata tari, musik, dan kostum berpengalaman, 'Ritus Mangkeng' hadir sebagai sajian seni yang kuat, memikat, sekaligus memperkaya khazanah tari Betawi secara visual dan emosional.Sajian ini membuktikan bahwa budaya Betawi mampu menjadi magnet wisata budaya dan memperkaya pengalaman wisatawan. event budaya dapat menjadi salah satu unggulan daya tarik wisata Jakarta yang berkelanjutan.Dengan menghadirkan ragam pertunjukan seni yang berkualitas, Jakarta tidak hanya menawarkan destinasi wisata fisik, tetapi juga menyuguhkan kekayaan budaya yang menghidupkan pengalaman berwisata. Inilah yang menjadikan Jakarta bukan sekadar tempat singgah, melainkan destinasi wisata yang penuh cerita, warna, dan makna bagi siapa pun yang datang berkunjung.Pada ajang Parade Tari ke-41 tahun ini, Anjungan DKI Jakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sejumlah penghargaan bergengsi diraih, mulai dari Juara Terbaik Penata Musik, Penata Tari Unggulan, Penata Rias & Busana Unggulan, serta Penata Panggung Unggulan. Hal ini menjadi bukti nyata atas kualitas garapan para seniman Betawi dalam menghadirkan karya-karya yang inovatif, berkarakter kuat, serta tetap berakar pada nilai-nilai luhur budaya Betawi.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-05 03:24