BANDUNG BARAT, – Fenomena jatuhnya bongkahan batu atau rockfall di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, bukan terjadi tanpa sebab.Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan bahwa akumulasi pergerakan Sesar Lembang yang membentang di bawah kawasan tersebut berpengaruh besar terhadap stabilitas batuan di lereng gunung ikonik itu.Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Edi Hidayat, menjelaskan bahwa batuan di Gunung Batu tidak seluruhnya padat dan menyatu.Di antara lapisan batuan terdapat rekahan alami yang membuat struktur batu menjadi rapuh.“Gunung Batu itu kan kalau dilihat juga, dia memang sudah ada pecahan-pecahannya. Jadi batuannya itu sudah tidak masif, tapi ada rekah atau pecahan-pecahan seperti itu. Jadi, suatu sisi memang getaran gempa itu secara tidak langsung, dia telah membuat rekahan itu bisa menjadi lebih besar, semakin besar,” kata Edi di Bandung Barat, Selasa ."Walaupun mungkin yang sekarang (rockfall) memang bukan akibat gempa, tetapi rekahan itu menjadi jalan masuknya air, sehingga terjadi pelapukan,” imbuhnya.Baca juga: Kontainer Cengkih Suspek Radioaktif Cs-137 Tiba di Surabaya, Khofifah Pastikan BRIN TanganiMenurut Edi, air hujan yang meresap ke dalam celah batu mempercepat proses pelapukan batuan.Seiring waktu, tekanan dari dalam batuan yang telah lapuk dapat menyebabkan sebagian struktur lereng runtuh dan menimbulkan fenomena rockfall, seperti yang terjadi pada Sabtu .Meski demikian, Edi menegaskan bahwa peristiwa rockfall tersebut tidak dipicu oleh aktivitas gempa bumi atau pergerakan mendadak Sesar Lembang.Baca juga: Hujan Batu dari Tebing Sesar Timbun Greenhouse Kaktus di LembangBerdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tidak ada aktivitas seismik yang terdeteksi di sekitar lokasi kejadian.“Tapi kalau rockfall yang kemarin memang bukan akibat secara langsung dari getaran gempanya, karena BMKG pun tidak mencatat di situ ada gempanya,” tegas Edi.Edi menambahkan, kajian dan pemeriksaan rutin terhadap kondisi batuan di kawasan Gunung Batu harus dilakukan secara kolaboratif.Langkah itu penting karena posisi Gunung Batu berada tepat di garis patahan aktif Sesar Lembang yang terus bergerak, meskipun secara perlahan.“Jadi intinya, pergerakan Sesar Lembang itu menyebabkan batuan retak secara akumulasi. Namanya dia sudah pecah, kemudian digetarkan, bisa jadi merenggang, kemudian lapukannya semakin besar karena air masuk ke situ. Nah, itulah yang biasanya nanti menjadi penyebab rockfall,” tandasnya.
(prf/ega)
BRIN Jelaskan Penyebab Rockfall di Gunung Batu: Dipicu Retakan Akibat Sesar Lembang
2026-01-13 06:19:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:52
| 2026-01-13 06:21
| 2026-01-13 06:10
| 2026-01-13 05:15
| 2026-01-13 05:04










































