Korban WO Ayu Puspita Merasa Dihina karena Katering Dikirim Saat Resepsi Berakhir

2026-01-12 05:41:50
Korban WO Ayu Puspita Merasa Dihina karena Katering Dikirim Saat Resepsi Berakhir
JAKARTA, - Seorang korban dugaan penipuan wedding organizer (WO) milik Ayu Puspita, Helmi, merasa terhina setelah pihak manajemen mengirimkan makanan ketika acara resepsi pernikahannya pada Sabtu sudah selesai dan sepi tamu.Ia menjelaskan, makanan yang dijanjikan untuk resepsi pernikahannya tak kunjung datang hingga acara dimulai.Makanan baru dikirimkan ketika tamu sudah mulai pulang dan jumlahnya sangat sedikit serta dianggap tidak layak.Baca juga: WO Ayu Puspita Lempar Tanggung Jawab, Admin Dibiarkan Sendirian Hadapi Amarah Keluarga Klien"Akhirnya itu si Ayu Puspita itu, dia ngirimin makanan di 21.45 WIB, di mana tuh tamu sudah mulai sepi. Ngiriminnya juga kayak ngenyek (menghina) kami. Cuma ala kadarnya, sudah kayak buat kucing banget beneran kucing," ucap Helmi saat dihubungi Kompas.com, Kamis ."Dia ngirimin nasi setengah termos, ayam cuma berapa potong masih setengah matang masih merah-merah, sama sayur sop. Jijik banget," ujar Helmi.Pada awalnya, Helmi tidak menaruh curiga karena prosesi akad nikah berjalan lancar meski makanan terlambat datang.Ia memaklumi keterlambatan tersebut karena lokasi di wilayah Gatot Subroto, Jakarta Selatan, kerap mengalami kemacetan.Namun, menjelang resepsi dimulai, seorang admin WO memanggil Helmi dan memberi tahu bahwa katering tidak dikirim."Terus hingga akhirnya (admin WO) 'Kak, kateringnya enggak dikirim.' (Helmi) 'Wah, jadi ini orang ratusan di ballroom enggak ada makanan?'. Aku bilang gitu," ungkapnya.Helmi membeli paket pernikahan senilai sekitar Rp 158 juta, termasuk penyewaan gedung di wilayah Gatot Subroto dan layanan katering.Baca juga: Pemilik WO Ayu Puspita Tersangka, Korban: Enggak Puas Sama Sekali!Saat kejadian, pihak manajemen WO menjanjikan ganti rugi sebesar Rp 1.000.000 dan berencana memesan katering tambahan.Namun, Helmi menilai jumlah tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang dialaminya."Iya, diganti Rp 1.000.000. Dan mereka itu Rp 1.000.000 terus dia mau order-orderin, dan misalkan kurang dia mau pakai dana pribadinya," ucap Helmi.Menurut Helmi, admin tersebut awalnya tidak berani memberi tahu kondisi sebenarnya karena takut menghadapi keluarga pihak pengantin."Cuman dia enggak berani ngasih tahu ke kami karena dia sudah takut, dia tuh berdiri katanya di tangga darurat itu takut. Terus dibilangin sama orang manajemennya, 'Kamu harus itu ya, kamu harus tahan dan berani ya buat ngadepin omelannya keluarga'," tutur Helmi.


(prf/ega)