PADANG, -Sebanyak 10 orang pengungsi bencana banjir dan longsor di Sungai Batang, Agam, Sumatera Barat yang keracunan makanan nasi bungkus bantuan sudah diperbolehkan pulang dari RSUD Lubuk Basung Agam, Minggu .Kondisi mereka sudah membaik dan hanya satu orang lainnya yang masih dirawat di rumah sakit."Sepuluh orang yang alami keracunan makanan sudah pulang. Tinggal satu yang masih dirawat," kata Kepala Dinas Kesehatan Agam Hendri Rusdian yang dihubungi Kompas.com, Minggu .Baca juga: 11 Pengungsi di Agam Sumbar Keracunan Usai Makan Nasi Bungkus BantuanHendri mengatakan kondisi satu warga yang masih dirawat itu sebenarnya sudah membaik, namun masih membutuhkan perawatan medis."Sebenarnya satu orang warga itu kondisinya sudah membaik, namun masih membutuhkan perawatan medis, jadi belum bisa dipulangkan," kata Hendri.Sebelumnya diberitakan sebelas orang pengungsi di posko bencana Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat keracunan makanan usai menyantap bantuan nasi bungkus dari relawan, Minggu .Baca juga: 9 Bangku Kosong di SDN 33 Koto Alam, Duka Guru di Agam Kehilangan Murid Akibat Banjir SumateraUsai menyantap nasi bungkus itu, Sabtu korban mengalami muntah-muntah lalu dilarikan ke RSUD Lubuk Basung, Minggu ."Benar. Ada sebelas warga yang alami keracunan usai menyantap nasi bungkus yang dibagikan relawan bencana," kata Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian yang dihubungi Kompas.com, Minggu .Hendri mengatakan berdasarkan keterangan korban di RSUD Lubuk Basung, mereka terkena keracunan makanan usai makan nasi rendang yang dibagikan relawan bencana.Baca juga: Akses Rawan Longsor di Agam, Warga Pilih Jalan Kaki demi Cari Sembako dan BantuanMakanan yang dibagikan itu dalam bentuk nasi rendang bungkus dan pecal lele."Mereka yang makan nasi rendang terkena muntah-muntah dan pecel lele aman. Kemungkinan penyebab mereka keracunan berasal dari nasi rendang ini," kata Hendri.Hendri mengatakan pihaknya belum mengetahui relawan yang memberikan makanan itu."Warga tidak tahu relawan itu dari mana. Kita berharap kedepannya seluruh relawan yang memberikan bantuan langsung ke warga agar melapor ke wali nagari," kata Hendri.Selain itu bantuan yang diberikan aman untuk kesehatan, tidak kadaluarsa dan membahayakan korban bencana.
(prf/ega)
Pengungsi di Agam Sumbar Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus Bantuan, Sudah Dipulangkan dari RS
2026-01-12 03:19:31
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:02
| 2026-01-12 03:22
| 2026-01-12 02:57
| 2026-01-12 02:25










































