Bocoran Mandiri Sekuritas: Boyong 5 Perusahaan Super Mercusuar IPO Pada 2026

2026-01-12 04:21:55
Bocoran Mandiri Sekuritas: Boyong 5 Perusahaan Super Mercusuar IPO Pada 2026
JAKARTA, - PT Mandiri Sekuritas Indonesia mengungkap rencananya membawa empat hingga lima super lighthouse company atau perusahaan super mercusuar untuk mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal. Aksi korporasi berskala besar itu diproyeksikan akan digelar pada 2026. Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, mengatakan minat perusahaan untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) terus meningkat dan mulai terlihat jelas untuk tahun depan. Mandiri Sekuritas saat ini tengah memantau empat hingga lima perusahaan yang berpotensi melakukan IPO. Bahkan seluruh perusahaan tersebut kemungkinan besar akan masuk ke pasar modal di tahun depan. “Ya tahun depan sih saya baru lihat IPO ya. Right issue saya belum lihat, tapi banyak yang benar-benar mau ke capital market sih banyak tahun depan. Saya sih, at least ada empat hingga lima yang kita lagi liatin, itu seharusnya akan masuk ke capital market tahun depan semua,” ujar Oki saat gelaran Economic and Market Outlook 2026, Jakarta Selatan, Selasa . Baca juga: Mandiri Sekuritas: Cuma soal Waktu, IHSG Bakal Tembus Level 9.000 Akhir 2025 Empat hingga lima calon emiten yang sedang dipantau Mandiri Sekuritas baru merupakan tahap awal dari pipeline IPO tahun depan. Oki menyebut pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan tersebut masih akan berlanjut. Bahkan ia yakin jumlah perusahaan yang akan melantai di pasar modal akan bertambah. Keyakinannya semakin besar karena daftar itu baru berasal dari Mandiri Sekuritas saja, belum termasuk pipeline yang dimiliki para underwriter lain. Menurutnya, jika seluruh potensi tersebut digabungkan, pasar IPO tahun depan akan jauh lebih ramai dan lebih menarik dibanding tahun sebelumnya. “IPO kira-kira segitu. Itu baru itu awal ya, belum ngobrol lebih panjang lagi. Jadi menurut saya sih confident. Lagipula itu baru kita ya, belum underwriter yang lain. Jadi seharusnya sih lebih marah, lebih menarik,” paparnya. Baca juga: Cuan Sambil Jaga Bumi, Mandiri Sekuritas Tawarkan Sukuk Hijau ST015, Mulai Rp 1 Juta Ketika ditanya mengapa prospek IPO tahun depan diyakini lebih menarik, Oki menilai narasi besar tentang perekonomian Indonesia semakin terbuka dan terlihat jelas. Tahun sebelumnya dianggap sebagai masa transisi, dan kini pasar mulai memahami arah kebijakan pemerintahan baru. Kondisi tersebut membuat investor, baik domestik maupun global, semakin nyaman dalam mengambil keputusan. Meski tantangan geopolitik dan ketidakpastian global masih ada, ia menilai pasar modal Indonesia tetap bergerak maju dengan fundamental ekonomi yang kuat. “Ya sekarang seharusnya story-nya pada Indonesia tuh makin lama makin ke-revealed gitu ya. Jadi berarti yang kemarin baru transisi, kemudian kita kan baru ngelihat, ‘oh ini pemerintahan baru seperti apa’, kemudian everyone investors udah mulai comfortable, dan ya geopolitik masih challenging, masih ada uncertainty-nya, tapi kalau kita lihat di pasar modal kita kan maju terus. Fundamental kita bagus semua. Jadi bagus banget,” beber Oki. Baca juga: OJK Terbitkan Aturan Baru Penjatahan IPO, Investor Ritel Diuntungkan? Di lain sisi, Target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menembus level psikologis 9.000 pada akhir 2025 diyakini bisa terealisasi. Oki meyakini rekor tersebut bukan lagi mimpi, melainkan sesuatu yang “sudah di depan mata”, asal momentum pasar terus terjaga. Ia mencatat indeks sudah 20 kali menyentuh level puncak baru tahun ini, sehingga tren penguatan konsistensi terjaga. Keyakinannya terutama didorong oleh peran investor ritel yang kini menjadi motor utama pergerakan pasar. “Sekarang kita lihat aja udah berapa kali touch peak-nya (titik puncak), udah 20 kalian. Jadi kalau bisa achieve 9.000, as a matter of time (hanya soal waktu) aja ya,” ucap Oki. Baca juga: Purbaya Ultimatum OJK: Tangani Goreng Saham atau Insentif ke Investor Ritel Tertunda Kekuatan utama pasar modal saat ini datang dari investor ritel. Ia menyoroti bagaimana nilai transaksi ritel setiap hari bergerak kencang, bahkan pernah mencapai Rp 2,6 triliun dalam satu hari hanya melalui aplikasi Mandiri Sekuritas. Aktivitas yang tinggi itu menunjukkan minat investor ritel terhadap pasar modal Indonesia terus meningkat. Pertumbuhan pengguna di aplikasi juga mencerminkan antusiasme yang besar dari masyarakat untuk berinvestasi, sehingga arus transaksi ritel kini menjadi salah satu penopang utama likuiditas dan penggerak pasar saham.


(prf/ega)