SEMARANG, - Siang hari di kantor Pemprov Jateng, dalam kawasan Wisma Perdamaian Tugu Muda, terlihat aktivitas pelayanan publik berangsur-angsur mulai sepi.Momen sepi tersebut diambil alih sedikit demi sedikit oleh segerombol kucing yang mulai beranjak dari persembunyian untuk mencari sisa-sisa makanan.Asih Hardianti, pegawai kantor Pemprov Jateng, memberikan makanan kepada para anabul dan disambut heboh oleh kawanan kucing tersebut.Dia kemudian tampak berkomunikasi dengan mereka dan para kucing dengan tertib mengikuti arahan Asih untuk menikmati makanannya.Asih menceritakan bahwa kucing-kucing di kantor tersebut sebagian berasal dari jalanan dan ia selamatkan agar hidup lebih layak.“Awalnya saya temukan di jalanan dan di sekitaran kantor, ya meskipun awalnya tidak semua orang suka dengan kucing karena kadang masih buang kotoran sembarangan, tapi selanjutnya saya coba ancom kucing-kucing tersebut agar bisa jauh lebih tertib,” katanya saat diwawancarai oleh Kompas.com pada Selasa, .Asih ingat betul pertama kali mengenal jasa Animal Communicator (ancom) saat tetangganya yang punya pet shop kehilangan kucing pelanggan yang kabur saat grooming.Asih bertanya-tanya, "ancom itu apa?" dan belajar bahwa Animal Communicator bisa membantu melacak hewan hilang.Baca juga: Komunikasi Hewan: Pengertian dan ContohnyaUNSPLASH/ALEXANDER GREY Ilustrasi anjing peliharaan di dalam rumah.“Saya penasaran lalu mencari di internet dan menemukan ancom adalah profesi untuk berkomunikasi dengan hewan, tidak hanya melacak yang hilang, tetapi juga menyembuhkan psikis, menata perilaku, serta membantu pemilik memahami karakter hewan peliharaan. Saya pun tertarik,” jelasnya Selanjutnya, pada tahun 2023, Asih memberanikan diri untuk belajar ancom dari seorang dokter hewan ternama bernama Dr. Rajanti Fitriani yang berasal dari Tangerang.Dr. Rajanti Fitriani merupakan seorang dokter hewan yang dikenal luas sebagai ahli komunikasi hewan atau komunikator hewan.Ia menggunakan metode khusus untuk memahami emosi, keinginan, dan keluhan fisik hewan peliharaan.“Selama belajar, saya mempelajari metode Mind Power dengan mengaktifkan otak kanan—yang terabaikan karena dominasi otak kiri sehari-hari. Dalam metode Mind Power, ketika otak kanan diaktifkan, anabul akan diarahkan untuk masuk ke gelombang alfa. Gelombang alfa adalah kondisi antara sadar dan tidak sadar, seperti saat seseorang mulai tertidur. Pada sesi ini, tubuh seperti orang yang setengah tidur, tetapi sebenarnya masih terjaga,” jelasnya.Karena proses ini menyentuh alam bawah sadar, Asih selalu memulai setiap sesi komunikasi dengan hewan dengan berdoa.Sebagai seorang Muslim, ia membaca doa-doa seperti Al-Fatihah dan Ayat Kursi, sekaligus meminta izin kepada klien agar mereka memahami bahwa proses ini bisa dipertanggungjawabkan dan bukan praktik yang menyimpang.
(prf/ega)
Cerita Asih, Animal Communicator: Menata Kucing Liar hingga Memulihkan Psikis Anjing
2026-01-11 23:25:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:02
| 2026-01-11 21:33
| 2026-01-11 21:32
| 2026-01-11 20:48
| 2026-01-11 20:43










































