JAKARTA, - Pemerintah mulai mengubah arah pertumbuhan ekonomi nasional yang selama ini bergantung pada konsumsi rumah tangga menuju sumber pertumbuhan baru dari sisi investasi.Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, mengatakan pembentukan Danantara Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kontribusi investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) secara signifikan pada 2026–2027.“Dengan kepemimpinan Pak Prabowo, beliau ingin BUMN kita lebih optimal. Karena itu dibentuklah Danantara sebagai holding, dengan kapasitas yang diharapkan bisa dua kali lipat dari sebelumnya, bahkan lebih,” kata Febrio dalam acara Economic Outlook di Jakarta, Rabu .Baca juga: Kata Bos Danantara, Transportasi Publik Tak Melulu soal Untung RugiPemerintah menargetkan pertumbuhan investasi mencapai 5,8 persen pada 2026 untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.Saat ini, kontribusi investasi terhadap PDB tercatat sekitar 30 persen, sementara konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan porsi sekitar 53 persen pada kuartal III-2025.Febrio menilai dominasi konsumsi dalam pertumbuhan ekonomi perlu diimbangi peningkatan investasi agar struktur ekonomi lebih tangguh dalam jangka panjang.Ia menegaskan, peningkatan investasi tidak sekadar menambah modal, tetapi juga harus menghasilkan nilai tambah tinggi dan menciptakan lapangan kerja baru.Baca juga: Utang Kereta Cepat Diserahkan ke Danantara, KAI Tunggu Keputusan PemerintahStrategi ini ditujukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menekan tingkat pengangguran, terutama di kalangan muda.“Ini bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kapasitas sumber daya manusia muda kita termanfaatkan. Jangan sampai bonus demografi justru terbuang percuma,” ujarnya.
(prf/ega)
Pemerintah Geser Arah Pertumbuhan Ekonomi ke Investasi, Danantara Jadi Motor
2026-01-12 06:23:02
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:22
| 2026-01-12 06:08
| 2026-01-12 05:22
| 2026-01-12 04:39










































