Bupati Bandung Ingatkan Soal Ajakan Kerja Luar Negeri di Medsos

2026-01-17 04:34:56
Bupati Bandung Ingatkan Soal Ajakan Kerja Luar Negeri di Medsos
BANDUNG, - Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta warga Kabupaten Bandung kembali memastikan setiap informasi yang beredar di media sosial, terutama terkait ajakan bekerja ke luar negeri.Imbauan ini disampaikan Dadang setelah mencuat dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Kamboja yang melibatkan warga Dayeuhkolot, Rizki Nur Fadhilah (18)."Kita tahu sekarang media sosial, memang sangat cepat dan terkesan semarak, tapi sekali lagi mesti di cek lagi kebenarannya," katanya ditemui di Rumah Dinas Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis .Dadang menyebut warga bisa memastikan kebenaran informasi terkait ajakan bekerja ke luar negeri melalui pemerintahan terdekat, mulai dari RT, RW, desa, hingga kecamatan.Jika membutuhkan informasi yang lebih akurat, ia meminta masyarakat mendatangi Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung.Baca juga: Bupati Bandung Pastikan Kiper Muda Rizki Nur Fadhilah Bukan Korban TPPO di Kamboja"Tolong hargai juga Pak RT ya, karena Pak RT ini adalah bagian daripada tugas saya yang dilaksanakan oleh para ketua RT," ujarnya."Kalau masih belum pasti dan puas bisa tanya ke saya, kirim pesan ke saya lewat Instagram, selama itu keluhan atau pertanyaan pasti kita layani," tuturnya.Menurut Dadang, penguatan informasi akan terus digencarkan melalui Dinas Komunikasi dan Informasi. Selain itu, para kepala desa akan kembali diminta lebih responsif terhadap keluhan warga, khususnya terkait tawaran kerja ke luar negeri."Jangan sampai masyarakat Kabupaten Bandung tergiur dengan informasi yang belum jelas. Tentu kita akan selalu mengingatkan kepada para Kepala Desa, karena kita bisa langsung menyampaikan, maka tadi sudah saya sampaikan bahwa RT ini adalah pimpinan yang paling bisa dijangkau," ungkapnya.Sebelumnya, Rizki Nur Fadhilah dikabarkan menjadi korban TPPO setelah mendapat tawaran melalui media sosial Facebook. Ia sempat memberi tahu keluarga bahwa akan mengikuti seleksi untuk bergabung dengan tim sepak bola profesional di Medan, Sumatera Utara.Rizki kemudian dibawa ke Jakarta, berlanjut ke Medan, sebelum terbang ke Malaysia dan Kamboja.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-17 03:48