Kisah 51 Warga Selamat dari Longsor Banjarnegara, Bertahan Semalam di Kandang Sapi

2026-01-12 06:55:44
Kisah 51 Warga Selamat dari Longsor Banjarnegara, Bertahan Semalam di Kandang Sapi
– Duka, lelah, dan trauma terlihat jelas di wajah para penyintas longsor Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Senin .Sebanyak 51 warga yang selamat kini mengungsi di Kantor Kecamatan Pandanarum, setelah sebelumnya bertahan di kandang sapi dan kandang kambing selama satu malam penuh.Warga Dusun Situkung, Tusri, mengisahkan detik-detik mencekam ketika longsor terjadi pada Sabtu sore.Dalam kondisi gelap gulita, ia dan puluhan warga berlarian menuju kandang ternak, lokasi yang telah ditetapkan sebagai titik aman sekitar 300 meter dari titik longsor.Baca juga: Update Longsor Cilacap: 16 Korban Meninggal Ditemukan, 7 Orang Masih Hilang“Dulu pernah ada kejadian serupa pada 2017, tapi tidak separah ini. Waktu itu kami diarahkan juga untuk mengungsi ke kandang sapi, karena lokasi itu katanya aman,” ujar Tusri, Senin .Namun, perjalanan menuju tempat aman itu bukan hal mudah. Sepanjang jalan, suara retakan tanah terdengar jelas, membuat warga semakin panik.“Ada juga ibu-ibu yang manggil-manggil anaknya karena belum ketemu kemarin malam,” ujarnya.Di kandang yang ia tempati, terdapat 13 orang. Sementara sisanya menyebar di kandang sapi lainnya dan kandang kambing.Secara keseluruhan, 51 warga bertahan di zona aman sementara tersebut.“Total ada 51 orang yang bertahan. Kami ke situ karena memang sebelumnya sudah diberitahu, kalau ada apa-apa, larinya ke kandang itu. Katanya lebih aman, jauh dari tebing longsoran,” jelas Tusri.Baca juga: Longsor Hutan Pinus di Banjarnegara, Dua Meninggal dan 26 Warga HilangMeski harus tinggal di dalam kandang ternak, warga tetap mendapatkan pasokan logistik yang cukup.“Tetap dapat, semua lengkap, ada makanan dan minuman, tidak ada yang kekurangan,” kata Tusri.Ia bersama warga lain mulai mengungsi ke kandang ternak sejak Minggu sekitar pukul 16.00. Sehari kemudian, Senin , mereka baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.21.Untuk menuju titik jemput evakuasi, mereka harus berjalan kaki selama dua jam, melewati jalur licin dan penuh retakan tanah.Setibanya di Kantor Kecamatan Pandanarum, warga tampak sangat kelelahan. Relawan segera memberikan makanan dan minuman.


(prf/ega)